Pages

Sep 28, 2010

JIKA SUATU KETIKA KITA TAK BERSAMA LAGI…


Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi

Aku ingin kau mengenang
segala kisah tentang kita
yang telah terpahat rapi di rangka langit
bersama segenap noktah-noktah peristiwa
juga canda dan pertengkaran-pertengkaran kecil
yang mewarnai seluruh perjalanan kita
Dalam Lengang, Tanpa Kata


Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kau tetap menyimpan
setiap denyut nadi yang berdetak
dan degup cepat debar jantung
saat mataku memaku matamu
disela derai gerimis menyapu beranda
kala kita pertama bertemu di temaram senja
Dalam Sepi, Tanpa Suara


Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kita meletakkan segala perih itu
disini, pada titik dimana kita akan berbalik
dan menyimpan senyum dibelakang punggung masing-masing
lalu membiarkan waktu menggelindingkannya
hingga batas cakrawala
bersama sesak rindu tertahan didada
Dalam Diam, Tanpa Airmata


Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin cinta itu tetap tersimpan rapi
pada larik bianglala, pada hujan,
pada deru kereta,pada embun di rerumputan,
pada pucuk pepohonan
sembari memetik mimpi yang telah kita sematkan disana
lalu mendekapnya perlahan
Dalam Sunyi, Tanpa Cahaya


Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kita akan tetap saling menyapa
lalu merajut angan kembali
seraya meniti ulang segala jejak yang sudah kita tinggalkan
lantas menyadari bahwa menjadi tua adalah niscaya
dan untuk itu kita tak perlu ambil peduli
karena kita tahu


Dalam Lengang, Tanpa Kata
Dalam Sepi, Tanpa Suara
Dalam Diam, Tanpa Airmata
Dalam Sunyi, Tanpa Cahaya


Ada Bahagia
Untuk Kita
Hanya Kita…



Oleh: Amril Taufik Gobel

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi

Aku ingin kau mengenang
segala kisah tentang kita
yang telah terpahat rapi di rangka langit
bersama segenap noktah-noktah peristiwa
juga canda dan pertengkaran-pertengkaran kecil
yang mewarnai seluruh perjalanan kita
Dalam Lengang, Tanpa Kata


Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kau tetap menyimpan
setiap denyut nadi yang berdetak
dan degup cepat debar jantung
saat mataku memaku matamu
disela derai gerimis menyapu beranda
kala kita pertama bertemu di temaram senja
Dalam Sepi, Tanpa Suara


Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kita meletakkan segala perih itu
disini, pada titik dimana kita akan berbalik
dan menyimpan senyum dibelakang punggung masing-masing
lalu membiarkan waktu menggelindingkannya
hingga batas cakrawala
bersama sesak rindu tertahan didada
Dalam Diam, Tanpa Airmata


Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin cinta itu tetap tersimpan rapi
pada larik bianglala, pada hujan,
pada deru kereta,pada embun di rerumputan,
pada pucuk pepohonan
sembari memetik mimpi yang telah kita sematkan disana
lalu mendekapnya perlahan
Dalam Sunyi, Tanpa Cahaya


Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kita akan tetap saling menyapa
lalu merajut angan kembali
seraya meniti ulang segala jejak yang sudah kita tinggalkan
lantas menyadari bahwa menjadi tua adalah niscaya
dan untuk itu kita tak perlu ambil peduli
karena kita tahu


Dalam Lengang, Tanpa Kata
Dalam Sepi, Tanpa Suara
Dalam Diam, Tanpa Airmata
Dalam Sunyi, Tanpa Cahaya


Ada Bahagia
Untuk Kita
Hanya Kita…



Oleh: Amril Taufik Gobel

Muliakanlah Ibumu


Untuk yang kesekian kalinya hari ini seorang Ibu tua melintas di depan saya di sebuah supermarket besar di kota ini. Seorang Ibu yang berumur 70an berbelanja seorang diri dan menggunakan mobility scooter sebagai alat bantunya berjalan. Ketika ibu itu hendak membayar belanjaannya di kasir dia mengeluarkan sebuah kartu. Si kasirpun memintanya menekan nomor pin kartu tersebut, sayangnya nomor pin yang dipencet salah sehingga dia harus mengulanginya lagi dan wajah si ibu tua itu terlihat bingung ketika nomor pin yang dia tekan salah lagi. Sekilas saya melihat si kasir tidak sabar melayani ibu tua ini dan ibu tua ini terlihat bingung sendiri.

Kejadian di atas bukan kejadian yang pertama kali saya lihat, dimana orang tua yang sudah lanjut usia wara-wiri di jalan dengan mobility scooternya dan pemandangan itu sudah menjadi pemandangan yang umum di sini. Ada rasa miris dan kasihan di hati melihat pemandangan itu. Anak manakah yang tega membiarkan orang tuanya ke luar rumah sendiri? Pergi dan belanja seorang diri? Apakah memang seperti ini budaya di sini ataukah ada alasan lain? Pertanyaan itu selalu menari dalam pikiran saya.

Di lain waktu ketika sedang break perkuliahan, saya menemukan pandangan dari sisi lain tentang seorang ibu. Dosen saya yang berasal dari New Zealand menceritakan tentang ibunya. Dosen saya mengatakan dia sangat ingin memelihara ibunya yang sudah tua dan memintanya tinggal bersama dia, Namun ibu dari dosen saya menolak dengan alasan ingin lebih mandiri, bebas dan tidak ingin mengganggu kehidupan anaknya. Akhirnya, ibu dosen saya memutuskan untuk tinggal di nursing home.

Jika seorang ibu memang tidak mau tinggal dengan anak-anaknya maka si anak terlepas dari tindakan menyia-nyiakan orang tuanya dengan kondisi: si anak tetap menjenguk ibunya di nursing home dan tetap memenuhi kewajibannya secara moril dan materil karena sesungguhnya berbakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban seorang anak. Sebagaimana firman Allah swt:

Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu membentak keduanya. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih saying dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya sebagaimana keduanya telah menyayangi aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 23-24)

Dari ayat di atas dijelaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua menduduki peringkat kedua setelah mentauhidkan (meng-Esakan) Allah swt. Khususnya berbakti kepada ibu yang telah mengandung kita selama kurang lebih sembilan bulan serta membesarkan kita dengan penuh perjuangan. Maka, pantaskah kiranya jika seorang anak menelantarkan ibunya seorang diri?

Jika diingat lagi masa-masa seorang anak dilahirkan ke bumi ini maka akan terucaplah sebuah do’a yang tulus dari kedua orang tua agar si anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Serta sebuah do’a dan harapan yang juga diberikan oleh sanak saudara dan kerabat yang menginginkan kita menjadi anak kebanggaan orang tua, tunas harapan orang tua di masa tua dan membahagiakan mereka di hari tua. Sebagaimana Allah swt berfirman:

"Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan)" (QS. Luqman:14)

Dengan demikian, jika ingin mendapatkan surga Allah swt dan jika ingin mendapatkan kebajikan maka harus mendahulukan ama-amal yang paling utama di antaranya birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Dan jika orang tua kita sudah meninggal dunia, maka do’akan lah mereka karena do’a anak yang sholeh dan sholehah akan menjadi jembatan bagi orang tua menuju surga Allah swt, sebagaimana Rasulullah saw bersabda, “Apabila seorang anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal,(yaitu) Shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak saleh yang mendoakannya.” (HR.Muslim)

Note:
Dalam hal ini yanti belum berhasil mengambil foto seorang Ibu/Orang tua lansia yang memakai moblity scooter karena orang-orang di sini sangat sensitif jika di foto. Jika mereka tau kita mengambil foto mereka tanpa ijin, bisa-bisa kita dimarahi/dikenai protes. Namun ynt menemukan sebuah foto di internet, seorang Ibu tua dengan mobility scooternya yang mirip dengan yang umumnya ynt lihat di sini, jadi setidaknya teman-teman yang membaca bisa tau gambarannya seperti apa.

Untuk yang kesekian kalinya hari ini seorang Ibu tua melintas di depan saya di sebuah supermarket besar di kota ini. Seorang Ibu yang berumur 70an berbelanja seorang diri dan menggunakan mobility scooter sebagai alat bantunya berjalan. Ketika ibu itu hendak membayar belanjaannya di kasir dia mengeluarkan sebuah kartu. Si kasirpun memintanya menekan nomor pin kartu tersebut, sayangnya nomor pin yang dipencet salah sehingga dia harus mengulanginya lagi dan wajah si ibu tua itu terlihat bingung ketika nomor pin yang dia tekan salah lagi. Sekilas saya melihat si kasir tidak sabar melayani ibu tua ini dan ibu tua ini terlihat bingung sendiri.

Kejadian di atas bukan kejadian yang pertama kali saya lihat, dimana orang tua yang sudah lanjut usia wara-wiri di jalan dengan mobility scooternya dan pemandangan itu sudah menjadi pemandangan yang umum di sini. Ada rasa miris dan kasihan di hati melihat pemandangan itu. Anak manakah yang tega membiarkan orang tuanya ke luar rumah sendiri? Pergi dan belanja seorang diri? Apakah memang seperti ini budaya di sini ataukah ada alasan lain? Pertanyaan itu selalu menari dalam pikiran saya.

Di lain waktu ketika sedang break perkuliahan, saya menemukan pandangan dari sisi lain tentang seorang ibu. Dosen saya yang berasal dari New Zealand menceritakan tentang ibunya. Dosen saya mengatakan dia sangat ingin memelihara ibunya yang sudah tua dan memintanya tinggal bersama dia, Namun ibu dari dosen saya menolak dengan alasan ingin lebih mandiri, bebas dan tidak ingin mengganggu kehidupan anaknya. Akhirnya, ibu dosen saya memutuskan untuk tinggal di nursing home.

Jika seorang ibu memang tidak mau tinggal dengan anak-anaknya maka si anak terlepas dari tindakan menyia-nyiakan orang tuanya dengan kondisi: si anak tetap menjenguk ibunya di nursing home dan tetap memenuhi kewajibannya secara moril dan materil karena sesungguhnya berbakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban seorang anak. Sebagaimana firman Allah swt:

Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu membentak keduanya. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih saying dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya sebagaimana keduanya telah menyayangi aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 23-24)

Dari ayat di atas dijelaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua menduduki peringkat kedua setelah mentauhidkan (meng-Esakan) Allah swt. Khususnya berbakti kepada ibu yang telah mengandung kita selama kurang lebih sembilan bulan serta membesarkan kita dengan penuh perjuangan. Maka, pantaskah kiranya jika seorang anak menelantarkan ibunya seorang diri?

Jika diingat lagi masa-masa seorang anak dilahirkan ke bumi ini maka akan terucaplah sebuah do’a yang tulus dari kedua orang tua agar si anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Serta sebuah do’a dan harapan yang juga diberikan oleh sanak saudara dan kerabat yang menginginkan kita menjadi anak kebanggaan orang tua, tunas harapan orang tua di masa tua dan membahagiakan mereka di hari tua. Sebagaimana Allah swt berfirman:

"Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan)" (QS. Luqman:14)

Dengan demikian, jika ingin mendapatkan surga Allah swt dan jika ingin mendapatkan kebajikan maka harus mendahulukan ama-amal yang paling utama di antaranya birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Dan jika orang tua kita sudah meninggal dunia, maka do’akan lah mereka karena do’a anak yang sholeh dan sholehah akan menjadi jembatan bagi orang tua menuju surga Allah swt, sebagaimana Rasulullah saw bersabda, “Apabila seorang anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal,(yaitu) Shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak saleh yang mendoakannya.” (HR.Muslim)

Note:
Dalam hal ini yanti belum berhasil mengambil foto seorang Ibu/Orang tua lansia yang memakai moblity scooter karena orang-orang di sini sangat sensitif jika di foto. Jika mereka tau kita mengambil foto mereka tanpa ijin, bisa-bisa kita dimarahi/dikenai protes. Namun ynt menemukan sebuah foto di internet, seorang Ibu tua dengan mobility scooternya yang mirip dengan yang umumnya ynt lihat di sini, jadi setidaknya teman-teman yang membaca bisa tau gambarannya seperti apa.

Sep 26, 2010

A bit Busy


It has been two days that I haven't posted any article or my writing on this blog. I feel such a loooooooooooong time hehehe.. Well, it's definitely because I am a bit busy writing a paper that should be submitted in couple few days. It's very stressful thou'. Imagine, I still could not finish it after been concentrating on it since these few days. Masya Allah..

Furthermore, I was not feeling so well since friday night so I took 2 tablets of panadol. Panadol is a kind of pain killer and it did work for the pain I had last friday night. That pain always comes again and again at night and it is bothering me so much.

Tonight, I'm still focusing on my work. Still trying to give my full concentration for this.And one more thing, doing a paper while listening to a music is a must!!

All right then, I have to go back to my work now and wish me luck pliiiiiiiiiiiis. Talk to you later. C ya..

It has been two days that I haven't posted any article or my writing on this blog. I feel such a loooooooooooong time hehehe.. Well, it's definitely because I am a bit busy writing a paper that should be submitted in couple few days. It's very stressful thou'. Imagine, I still could not finish it after been concentrating on it since these few days. Masya Allah..

Furthermore, I was not feeling so well since friday night so I took 2 tablets of panadol. Panadol is a kind of pain killer and it did work for the pain I had last friday night. That pain always comes again and again at night and it is bothering me so much.

Tonight, I'm still focusing on my work. Still trying to give my full concentration for this.And one more thing, doing a paper while listening to a music is a must!!

All right then, I have to go back to my work now and wish me luck pliiiiiiiiiiiis. Talk to you later. C ya..

Sep 22, 2010

Pemimpin Muslim AS Dukung Kelanjutan Pembangunan Masjid Ground Zero

Para pemimpin terkemuka kelompok Islam AS Senin kemarin (20/9) selama KTT akhir pekan lalu menyerukan untuk memerangi intoleransi antar agama dan mengatakan mereka mendukung hak untuk membangun Islamic Center yang kontroversial di dekat lokasi ground zero.

"Kami berdiri untuk hak konstitusional umat Islam, dan warga Amerika dari semua agama, untuk membangun rumah ibadah di mana saja di negara ini yang telah diizinkan oleh undang-undang dan peraturan setempat," kata para pemimpin Islam dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di lokasi yang direncanakan akan dijadikan Islamic Center dan masjid yang disebut Park51.

Mereka menyerukan sebuah "seminggu dialog " yang akan dimulai pada akhir pekan pada tanggal 22-24 Oktober mendatang, di mana umat Islam akan melakukan open house di tempat ibadah mereka.

"Kami meminta umat Islam untuk membuka masjid secara nasional untuk menyambut masyarakat, agar mereka memahami agama Islam dan apa sebenarnya komunitas Muslim Amerika," kata Nihad Awad, direktur eksekutif nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR). "Kami juga mendesak umat Islam untuk mengunjungi tempat-tempat ibadah dari komunitas-komunitas agama yang lain."

Para pemimpin Muslim AS berbicara setelah selesainya pertemuan puncak sepanjang hari Ahad lalu (19/9) di sebuah hotel.

20 kelompok Islam AS hadir pada KTT tersebut termasuk CAIR dan Masyarakat Islam Amerika Utara yang merupakan dua kelompok Islam AS yang paling terkenal serta kelompok Lingkaran Islam Amerika Utara dan Aliansi Muslim Amerika Utara.

Baik pengembang Islamic Center yang diwakili oleh Sharif El-Gamal, serta imam Feisal Abdul Rauf tidak hadir dalam konferensi pers. Namun Imam Feisal Abdul Rauf mengeluarkan pernyataan menyambut dukungan para pemimpin Muslim AS atas rencana pembangunan tersebut.

"Saya menyambut dukungan dari Dewan Pimpinan Islam untuk rencana Cordoba Initiative untuk melanjutkan pembangunan pusat komunitas di Lowet Manhattan, meskipun hal ini telah menarik perhatian luas nasional dan global," kata Rauf.

Pengembang mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah: "Para pemimpin Park51 bersyukur dan berterimakasih kepada lebih dari 100 pemimpin Muslim Amerika dan organisasi-organisasi mereka yang mengumumkan dukungan mereka hari ini terhadap pembangunan Islamic Center yang akan dibangun di Lower Manhattan. Komunitas kami tetap berkomitmen untuk membangun jembatan pemahaman untuk lingkungan kami, ke kota kami dan ke seluruh Amerika. "

Penyelenggara KTT mengatakan imam Abdul Rauf tidak hadir pada hari Ahad lalu karena alasan keamanan.

Lokasi yang diusulkan Park51, berada dua blok dari situs World Trade Center, telah membangkitkan kemarahan beberapa kerabat korban peristiwa 11 September yang menuntut agar lokasi pembangunan dipindahkan. (fq/tulsaworld)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/para-pemimpin-muslim-as-dukung-kelanjutan-pembangunan-masjid-ground-zero.htm
Para pemimpin terkemuka kelompok Islam AS Senin kemarin (20/9) selama KTT akhir pekan lalu menyerukan untuk memerangi intoleransi antar agama dan mengatakan mereka mendukung hak untuk membangun Islamic Center yang kontroversial di dekat lokasi ground zero.

"Kami berdiri untuk hak konstitusional umat Islam, dan warga Amerika dari semua agama, untuk membangun rumah ibadah di mana saja di negara ini yang telah diizinkan oleh undang-undang dan peraturan setempat," kata para pemimpin Islam dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di lokasi yang direncanakan akan dijadikan Islamic Center dan masjid yang disebut Park51.

Mereka menyerukan sebuah "seminggu dialog " yang akan dimulai pada akhir pekan pada tanggal 22-24 Oktober mendatang, di mana umat Islam akan melakukan open house di tempat ibadah mereka.

"Kami meminta umat Islam untuk membuka masjid secara nasional untuk menyambut masyarakat, agar mereka memahami agama Islam dan apa sebenarnya komunitas Muslim Amerika," kata Nihad Awad, direktur eksekutif nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR). "Kami juga mendesak umat Islam untuk mengunjungi tempat-tempat ibadah dari komunitas-komunitas agama yang lain."

Para pemimpin Muslim AS berbicara setelah selesainya pertemuan puncak sepanjang hari Ahad lalu (19/9) di sebuah hotel.

20 kelompok Islam AS hadir pada KTT tersebut termasuk CAIR dan Masyarakat Islam Amerika Utara yang merupakan dua kelompok Islam AS yang paling terkenal serta kelompok Lingkaran Islam Amerika Utara dan Aliansi Muslim Amerika Utara.

Baik pengembang Islamic Center yang diwakili oleh Sharif El-Gamal, serta imam Feisal Abdul Rauf tidak hadir dalam konferensi pers. Namun Imam Feisal Abdul Rauf mengeluarkan pernyataan menyambut dukungan para pemimpin Muslim AS atas rencana pembangunan tersebut.

"Saya menyambut dukungan dari Dewan Pimpinan Islam untuk rencana Cordoba Initiative untuk melanjutkan pembangunan pusat komunitas di Lowet Manhattan, meskipun hal ini telah menarik perhatian luas nasional dan global," kata Rauf.

Pengembang mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah: "Para pemimpin Park51 bersyukur dan berterimakasih kepada lebih dari 100 pemimpin Muslim Amerika dan organisasi-organisasi mereka yang mengumumkan dukungan mereka hari ini terhadap pembangunan Islamic Center yang akan dibangun di Lower Manhattan. Komunitas kami tetap berkomitmen untuk membangun jembatan pemahaman untuk lingkungan kami, ke kota kami dan ke seluruh Amerika. "

Penyelenggara KTT mengatakan imam Abdul Rauf tidak hadir pada hari Ahad lalu karena alasan keamanan.

Lokasi yang diusulkan Park51, berada dua blok dari situs World Trade Center, telah membangkitkan kemarahan beberapa kerabat korban peristiwa 11 September yang menuntut agar lokasi pembangunan dipindahkan. (fq/tulsaworld)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/para-pemimpin-muslim-as-dukung-kelanjutan-pembangunan-masjid-ground-zero.htm

Ulama Di balik Masjid Ground Zero Mendapat Ancaman Pembunuhan


Rencana pembangunan Islamic Center - yang di dalamnya termasuk masjid - di dekat lokasi ground zero telah membangkitkan sentimen anti-Islam di Amerika Serikat.

Setelah sebelumnya marak demo pro dan kontra soal pembangunan masjid tersebut, disusul dengan adanya rencana pastor gila Terry Jones yang akan membakar Al-Quran pada peringatan 9/11 (meskipun akhirnya dibatalkan), namun sentimen atas rencana pembangunan itu telah mengarah ke ancaman fisik kepada seorang ulama yang berada di belakang pembangunan masjid tersebut.

Ulama Islam AS, Imam Feisal Abdul Rauf yang berada di belakang rencana pendirian dan pembangunan islamic Center dan Masjid di Lower Manhattan yang lokasi pembangunannya hanya beberapa blok dari Ground Zero, terpaksa harus menerima perlindungan polisi karena dirinya mendapat ancaman pembunuhan dan telah menghindari kota itu, menurut sumber-sumber aparat penegak hukum dan pemimpin agama lainnya.

Juru bicara polisi New York, Paul Browne mengatakan pada hari Selasa (21/9) bahwa Imam Feisal Abdul Rauf telah menerima ancaman pembunuhan dari orang yang tidak dikenal, namun Departemen Kepolisian New York saat ini telah berusaha menyelidiki orang dibalik ancaman kematian tersebut.(fq/denverpost)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/ulama-dibalik-masjid-ground-zero-diancam-mati.htm

Rencana pembangunan Islamic Center - yang di dalamnya termasuk masjid - di dekat lokasi ground zero telah membangkitkan sentimen anti-Islam di Amerika Serikat.

Setelah sebelumnya marak demo pro dan kontra soal pembangunan masjid tersebut, disusul dengan adanya rencana pastor gila Terry Jones yang akan membakar Al-Quran pada peringatan 9/11 (meskipun akhirnya dibatalkan), namun sentimen atas rencana pembangunan itu telah mengarah ke ancaman fisik kepada seorang ulama yang berada di belakang pembangunan masjid tersebut.

Ulama Islam AS, Imam Feisal Abdul Rauf yang berada di belakang rencana pendirian dan pembangunan islamic Center dan Masjid di Lower Manhattan yang lokasi pembangunannya hanya beberapa blok dari Ground Zero, terpaksa harus menerima perlindungan polisi karena dirinya mendapat ancaman pembunuhan dan telah menghindari kota itu, menurut sumber-sumber aparat penegak hukum dan pemimpin agama lainnya.

Juru bicara polisi New York, Paul Browne mengatakan pada hari Selasa (21/9) bahwa Imam Feisal Abdul Rauf telah menerima ancaman pembunuhan dari orang yang tidak dikenal, namun Departemen Kepolisian New York saat ini telah berusaha menyelidiki orang dibalik ancaman kematian tersebut.(fq/denverpost)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/ulama-dibalik-masjid-ground-zero-diancam-mati.htm

Akibat Rencana Membakar Al-Quran, Gereja Terry Jones Akan Bangkrut

Pastor sinting Florida yang mengancam akan membakar Qur'an pada peringatan serangan 9/11 akan mendapat tagihan setidaknya 200 ribu dolar oleh kota Gainesville untuk biaya yang telah dikeluarkan terkait dengan aksi tersebut.

Pastor Terry Jones, yang mendapat perhatian internasional dengan rencananya untuk membakar 200 eksemplar kitab suci Al-Quran, dikatakan biaya yang harus dibayarnya tersebut akan membuat bangkrut 50 anggota gerejanya, gereja Dove World Outreach Center.

"Itu tidak mungkin bagi kami untuk membayarnya," kata Jones. "Membayar biaya sebesar itu tentu saja akan membangkrutkan kami."

Jones (58 tahun), bersumpah untuk melawan biaya tagihan keamanan di pengadilan dan berkata ia berencana untuk memindahkan gerejanya ke Tampa karena kurangnya dukungan di Gainesville.

Namun, tagihan biaya keamanan dari kepolisian Gainesville dan kantor sherif Alachua County saja diperkirakan mencapai 180 ribu dolar, menurut juru bicara polisi lainnya. Dan angka tagihan yang harus dibayar akan meningkat bila biaya yang ditambahkan dari pemadam kebakaran Gainesville dan departemen pekerjaan umum , serta lembaga-lembaga yang merespon suatu peristiwa yang menarik perhatian dunia internasional ini.

"Dalam 10 tahun saya telah bersama dengan Pemerintah Kota Gainesville, dan kami tidak memiliki situasi yang telah terjadi seperti ini sebelumnya," kata Bob Woods, juru bicara kota. "Manajer kota telah menjelaskan bahwa ia akan memberikan penjabaran akuntansi yang akan kami bebankan kepada gereja Dove World Outreach Center."

Lembaga penegak hukum menghabiskan lebih dari sebulan untuk bekerja memastikan keamanan kota terkait adanya rencana pembakaran Al-Quran dan memastikan masyarakat sekitar gereja Jones dalam kondisi aman, kata juru bicara polisi Gainesville Kopral. Tscharna Senn. Jones juga mengatakan kepada pihak berwenang ia menerima banyak ancaman mati memprotes rencana yang akan ia lakukan.

Jaksa kota Gainesville Marion Radson mengatakan kota telah memberikan layanan langsung ke gereja, dan gereja sekarang harus membayar. "Beberapa layanan kota yang diberikan kepada Jones dan gerejanya secara langsung berkaitan dengan keselamatan dan keamanan gereja itu, " kata Radson. "Sebagai contoh, pada tanggal 9/11 kota telah menyewa pagar - tipe yang digunakan pada rute parade, hanya kami tidak punya pagar dengan tipe seperti itu sehingga kami harus menyewanya - untuk mengamankan bangunan gereja dari penyusup."(fq/abc)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/akibat-rencana-membakar-al-quran-gereja-pastor-gila-terry-jones-akan-bangkrut.htm
Pastor sinting Florida yang mengancam akan membakar Qur'an pada peringatan serangan 9/11 akan mendapat tagihan setidaknya 200 ribu dolar oleh kota Gainesville untuk biaya yang telah dikeluarkan terkait dengan aksi tersebut.

Pastor Terry Jones, yang mendapat perhatian internasional dengan rencananya untuk membakar 200 eksemplar kitab suci Al-Quran, dikatakan biaya yang harus dibayarnya tersebut akan membuat bangkrut 50 anggota gerejanya, gereja Dove World Outreach Center.

"Itu tidak mungkin bagi kami untuk membayarnya," kata Jones. "Membayar biaya sebesar itu tentu saja akan membangkrutkan kami."

Jones (58 tahun), bersumpah untuk melawan biaya tagihan keamanan di pengadilan dan berkata ia berencana untuk memindahkan gerejanya ke Tampa karena kurangnya dukungan di Gainesville.

Namun, tagihan biaya keamanan dari kepolisian Gainesville dan kantor sherif Alachua County saja diperkirakan mencapai 180 ribu dolar, menurut juru bicara polisi lainnya. Dan angka tagihan yang harus dibayar akan meningkat bila biaya yang ditambahkan dari pemadam kebakaran Gainesville dan departemen pekerjaan umum , serta lembaga-lembaga yang merespon suatu peristiwa yang menarik perhatian dunia internasional ini.

"Dalam 10 tahun saya telah bersama dengan Pemerintah Kota Gainesville, dan kami tidak memiliki situasi yang telah terjadi seperti ini sebelumnya," kata Bob Woods, juru bicara kota. "Manajer kota telah menjelaskan bahwa ia akan memberikan penjabaran akuntansi yang akan kami bebankan kepada gereja Dove World Outreach Center."

Lembaga penegak hukum menghabiskan lebih dari sebulan untuk bekerja memastikan keamanan kota terkait adanya rencana pembakaran Al-Quran dan memastikan masyarakat sekitar gereja Jones dalam kondisi aman, kata juru bicara polisi Gainesville Kopral. Tscharna Senn. Jones juga mengatakan kepada pihak berwenang ia menerima banyak ancaman mati memprotes rencana yang akan ia lakukan.

Jaksa kota Gainesville Marion Radson mengatakan kota telah memberikan layanan langsung ke gereja, dan gereja sekarang harus membayar. "Beberapa layanan kota yang diberikan kepada Jones dan gerejanya secara langsung berkaitan dengan keselamatan dan keamanan gereja itu, " kata Radson. "Sebagai contoh, pada tanggal 9/11 kota telah menyewa pagar - tipe yang digunakan pada rute parade, hanya kami tidak punya pagar dengan tipe seperti itu sehingga kami harus menyewanya - untuk mengamankan bangunan gereja dari penyusup."(fq/abc)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/akibat-rencana-membakar-al-quran-gereja-pastor-gila-terry-jones-akan-bangkrut.htm

"Mayat Hidup" Ariel Sharon Akan Dibawa Pulang dari Rumah Sakit


Dalam beberapa bulan kedepan akan menjadi masa lima tahun sejak mantan Perdana Menteri Ariel Sharon mengalami koma. Situasinya sampai saat ini tidak berubah, tetapi ia diharapkan akan pindah ke Ranch Sycamore miliknya di Negev dalam waktu segera, bersama dengan alat medis yang diperlukan untuk mendukung kehidupannya, surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan Rabu ini (22/9).

Selama beberapa hari terakhir, persiapan akhir telah dilakukan untuk memindahkan dirinya ke peternakan miliknya di negev, di mana istrinya Lily dimakamkan di sana.

Langkah ini diharapkan akan dilakukan dalam beberapa minggu kedepan, tindakan ini dilakukan hanya untuk beberapa hari selama masa percobaan setelah itu ia akan dibawa kembali ke rumah sakit. Jika kondisi memungkinkan di mana perawatan medis yang diperlukan tersedia di peternakannya, ia akan dibawa kembali ke peternakan secara permanen.

Rumah di peternakannya telah siap untuk menyambut dirinya, dengan peralatan medis dan lift untuk membawanya dari lantai dasar ke kamarnya di lantai dua.

Sharon, sekarang berusia 82 tahun, telah terbaring pingsan/koma sejak Januari tahun 2006, pertama kali dirinya dirawat di Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem di Yerusalem dan kemudian di Chaim Sheba Medical Center di Tel Hashomer.

Dilaporkan pada waktu lalu Chaim Sheba Medical Center telah meminta keluarganya untuk membawa pulang Sharon, disertai dengan seorang perawat, karena "tidak ada tempat untuk memberinya pelayanan medis khusus di rumah sakit." Namun, menurut laporan hari Rabu ini, kedua putra Gilad dan Omri yang meminta ia dibawa pulang.

"Sebuah dialog dengan keluarga dan staf medis sedang berlangsung terus menerus untuk melihat apakah mungkin untuk melanjutkan perawatan Sharon dalam lingkungan yang bukan rumah sakit," kata Chaim Sheba Medical Center di bulan Februari 2009 lalu.

Kondisi Ariel Sharon sang pembantai umat Islam Palestina saat ini, ibarat "mayat hidup", dirinya masih bernafas tapi kondisinya koma dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin ini bagian dari azab Allah yang diturunkan kepada Sharon, yang selama hidupnya selalu menyengsarakan umat Islam Palestina.(fq/ynet)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/mayat-hidup-ariel-sharon-akan-dibawa-pulang-dari-rumah-sakit.htm

***

Note: Jika Allah sudah berkehendak, maka tidak akan ada yang bisa melarangnya. Jadilah, maka jadilah ia. Dan Sesungguhnya azab Allah sangat pedih..

Dalam beberapa bulan kedepan akan menjadi masa lima tahun sejak mantan Perdana Menteri Ariel Sharon mengalami koma. Situasinya sampai saat ini tidak berubah, tetapi ia diharapkan akan pindah ke Ranch Sycamore miliknya di Negev dalam waktu segera, bersama dengan alat medis yang diperlukan untuk mendukung kehidupannya, surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan Rabu ini (22/9).

Selama beberapa hari terakhir, persiapan akhir telah dilakukan untuk memindahkan dirinya ke peternakan miliknya di negev, di mana istrinya Lily dimakamkan di sana.

Langkah ini diharapkan akan dilakukan dalam beberapa minggu kedepan, tindakan ini dilakukan hanya untuk beberapa hari selama masa percobaan setelah itu ia akan dibawa kembali ke rumah sakit. Jika kondisi memungkinkan di mana perawatan medis yang diperlukan tersedia di peternakannya, ia akan dibawa kembali ke peternakan secara permanen.

Rumah di peternakannya telah siap untuk menyambut dirinya, dengan peralatan medis dan lift untuk membawanya dari lantai dasar ke kamarnya di lantai dua.

Sharon, sekarang berusia 82 tahun, telah terbaring pingsan/koma sejak Januari tahun 2006, pertama kali dirinya dirawat di Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem di Yerusalem dan kemudian di Chaim Sheba Medical Center di Tel Hashomer.

Dilaporkan pada waktu lalu Chaim Sheba Medical Center telah meminta keluarganya untuk membawa pulang Sharon, disertai dengan seorang perawat, karena "tidak ada tempat untuk memberinya pelayanan medis khusus di rumah sakit." Namun, menurut laporan hari Rabu ini, kedua putra Gilad dan Omri yang meminta ia dibawa pulang.

"Sebuah dialog dengan keluarga dan staf medis sedang berlangsung terus menerus untuk melihat apakah mungkin untuk melanjutkan perawatan Sharon dalam lingkungan yang bukan rumah sakit," kata Chaim Sheba Medical Center di bulan Februari 2009 lalu.

Kondisi Ariel Sharon sang pembantai umat Islam Palestina saat ini, ibarat "mayat hidup", dirinya masih bernafas tapi kondisinya koma dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin ini bagian dari azab Allah yang diturunkan kepada Sharon, yang selama hidupnya selalu menyengsarakan umat Islam Palestina.(fq/ynet)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/mayat-hidup-ariel-sharon-akan-dibawa-pulang-dari-rumah-sakit.htm

***

Note: Jika Allah sudah berkehendak, maka tidak akan ada yang bisa melarangnya. Jadilah, maka jadilah ia. Dan Sesungguhnya azab Allah sangat pedih..

Teruntuk Sahabatku


Sungguh ku tak tau harus dari mana aku memulai
Namun kubiarkan jari ini menari dengan manis di atas keyboard sederhanaku
Mengungkapkan rasa, tanda tanya dan kebingungan yang ada

Sahabat,
Kehadiranmu begitu indah
Kehadiranmu membuat hari-hariku semakin berwarna
Ibarat pelangi yang menghiasi sudut kota di sore hari
Dan mewarnai langit biru yang semakin memerah

Sungguh,
Hari-hari itu
Cerita-cerita itu
Dan diskusi-diskusi itu
adalah moment-moment yang sangat berkesan
Dimana kita saling berbagi ilmu tentangNya
dan tentang kaidah-kaidah kehidupan dariNya

Namun,
Entah kenapa diskusi-diskusi itu
dan cerita-cerita itu tidak lagi membahana
Ibarat suara yang hilang ditelan keriuhan kota
Dan suasana yang tidak sehangat semula

Sahabat,
Ketika dirimu tak lagi menyapa
Ketika dirimu tak lagi ada
Dan ketika gelak tawamu tak lagi mengisi ruang jiwa
Ada beribu tanda tanya yang ada

Tapi entah kenapa
Tanda tanya itu tak berani berkata
Berbicara dan mengungkapkannya dengan kata-kata
Hanya diam
dan senyum kepahaman yang mencoba tumbuh dalam dada

Jika memang seperti ini adanya
Diri ini tak akan banyak lagi meminta
Diri ini tak akan banyak lagi berbicara
Namun sepetik do'a akan selalu ada
Agar engkau baik-baik saja
Dan selalu dalam lindunganNya
Amiiin

Dandenong-Melbourne, 22 September 2010

Sungguh ku tak tau harus dari mana aku memulai
Namun kubiarkan jari ini menari dengan manis di atas keyboard sederhanaku
Mengungkapkan rasa, tanda tanya dan kebingungan yang ada

Sahabat,
Kehadiranmu begitu indah
Kehadiranmu membuat hari-hariku semakin berwarna
Ibarat pelangi yang menghiasi sudut kota di sore hari
Dan mewarnai langit biru yang semakin memerah

Sungguh,
Hari-hari itu
Cerita-cerita itu
Dan diskusi-diskusi itu
adalah moment-moment yang sangat berkesan
Dimana kita saling berbagi ilmu tentangNya
dan tentang kaidah-kaidah kehidupan dariNya

Namun,
Entah kenapa diskusi-diskusi itu
dan cerita-cerita itu tidak lagi membahana
Ibarat suara yang hilang ditelan keriuhan kota
Dan suasana yang tidak sehangat semula

Sahabat,
Ketika dirimu tak lagi menyapa
Ketika dirimu tak lagi ada
Dan ketika gelak tawamu tak lagi mengisi ruang jiwa
Ada beribu tanda tanya yang ada

Tapi entah kenapa
Tanda tanya itu tak berani berkata
Berbicara dan mengungkapkannya dengan kata-kata
Hanya diam
dan senyum kepahaman yang mencoba tumbuh dalam dada

Jika memang seperti ini adanya
Diri ini tak akan banyak lagi meminta
Diri ini tak akan banyak lagi berbicara
Namun sepetik do'a akan selalu ada
Agar engkau baik-baik saja
Dan selalu dalam lindunganNya
Amiiin

Dandenong-Melbourne, 22 September 2010

Sep 21, 2010

Piano


Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis.

Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan anaknya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata "Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.

Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ? Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah SWT ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Allah SWT di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Allah SWT ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Allah SWT di samping kita.

dari : Tausyiah Majamen Qalbu

(dudung.net)

Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis.

Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan anaknya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata "Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.

Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ? Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah SWT ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Allah SWT di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Allah SWT ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Allah SWT di samping kita.

dari : Tausyiah Majamen Qalbu

(dudung.net)

Sep 19, 2010

30 September 2010


Definitely 30 of September is exactly in front of my eyes. It is time for counting down the days. Fyuhh, my heart beats so fast. It feels like, nervous, worried and confused (ummm.. a little bit). Why the time is running soo fast?? I was feeling that yesterday was still September 1st, hehehe..
What is on my mind is, I wish my another dream would come true and I could make it for real. Amiiiiiin..

Owh well, cross my fingers and please cross your fingers for me too..

Definitely 30 of September is exactly in front of my eyes. It is time for counting down the days. Fyuhh, my heart beats so fast. It feels like, nervous, worried and confused (ummm.. a little bit). Why the time is running soo fast?? I was feeling that yesterday was still September 1st, hehehe..
What is on my mind is, I wish my another dream would come true and I could make it for real. Amiiiiiin..

Owh well, cross my fingers and please cross your fingers for me too..

When We Die as Martyrs



*I tried to find lyrics of this song on internet but I could not find it. Even though we could read the lyrics from the video but I think it would be more perfect if I could post the lyrics. Unfortunately. But that's ok, hopefully you enjoy this song as I like this song so much. Especially the kids. By seeing their naive faces and sing this kind of song is really touching my heart deeply. Enjoy!! ^_^


*I tried to find lyrics of this song on internet but I could not find it. Even though we could read the lyrics from the video but I think it would be more perfect if I could post the lyrics. Unfortunately. But that's ok, hopefully you enjoy this song as I like this song so much. Especially the kids. By seeing their naive faces and sing this kind of song is really touching my heart deeply. Enjoy!! ^_^

You Make Me Smile


Song by: Uncle Kracker

You're better then the best
I'm lucky just to linger in your light
Cooler than the flip side
Of my pillow, that's right

Completely unaware
Nothing can compare to where
You send me, lets me know that it's okay
Yeah, it's okay
And the moments where my good times start to fade

You make me smile like the sun, fall out of bed
Sing like bird, dizzy in my head
Spin like a record, crazy on a Sunday night

You make me dance like a fool, forget how to breathe
Shine like gold, buzz like a bee
Just the thought of you can drive me wild
Oh, you make me smile

Even when you're gone,
Somehow you come along just like
A flower pokin' through the sidewalk crack
And just like that
You steal away the rain, and just like that

You make me smile like the sun, fall out of bed
Sing like bird, dizzy in my head
Spin like a record, crazy on a Sunday night

You make me dance like a fool, forget how to breathe
Shine like gold, buzz like a bee
Just the thought of you can drive me wild
Oh, you make me smile

Don't know how I lived without you
'Cause every time that I get around you
I see the best of me inside your eyes
You make me smile

You make me dance like a fool, forget how to breathe
Shine like gold, buzz like a bee
Just the thought of you can drive me wild

You make me smile like the sun, fall out of bed
Sing like bird, dizzy in my head
Spin like a record, crazy on a Sunday night

You make me dance like a fool, forget how to breathe
Shine like gold, buzz like a bee
Just the thought of you can drive me wild
Oh, you make me smile
(Oh, you make me smile)
Oh, you make me smile
(Oh, you make me smile)
Oh, you make me smile

Song by: Uncle Kracker

You're better then the best
I'm lucky just to linger in your light
Cooler than the flip side
Of my pillow, that's right

Completely unaware
Nothing can compare to where
You send me, lets me know that it's okay
Yeah, it's okay
And the moments where my good times start to fade

You make me smile like the sun, fall out of bed
Sing like bird, dizzy in my head
Spin like a record, crazy on a Sunday night

You make me dance like a fool, forget how to breathe
Shine like gold, buzz like a bee
Just the thought of you can drive me wild
Oh, you make me smile

Even when you're gone,
Somehow you come along just like
A flower pokin' through the sidewalk crack
And just like that
You steal away the rain, and just like that

You make me smile like the sun, fall out of bed
Sing like bird, dizzy in my head
Spin like a record, crazy on a Sunday night

You make me dance like a fool, forget how to breathe
Shine like gold, buzz like a bee
Just the thought of you can drive me wild
Oh, you make me smile

Don't know how I lived without you
'Cause every time that I get around you
I see the best of me inside your eyes
You make me smile

You make me dance like a fool, forget how to breathe
Shine like gold, buzz like a bee
Just the thought of you can drive me wild

You make me smile like the sun, fall out of bed
Sing like bird, dizzy in my head
Spin like a record, crazy on a Sunday night

You make me dance like a fool, forget how to breathe
Shine like gold, buzz like a bee
Just the thought of you can drive me wild
Oh, you make me smile
(Oh, you make me smile)
Oh, you make me smile
(Oh, you make me smile)
Oh, you make me smile

Sep 18, 2010

Jalan Terdekat Menuju Surga


Bismillahirrahmanirrahim

Surga…negeri indah yang jauh di mata, tapi setiap jiwa mengharapkannya. Ada yang berusaha sungguh-sungguh, ada pula yang jatuh bangun untuk mendapatkannya. Tapi…adapula yang putus asa, sehingga membiarkan dirinya tenggelam dalam kubangan dosa. Mengapa? Karena, ia merasa jalan ke surga itu sulit, melelahkan serta banyak rintangan.


Sungguh, wahai kawan yang hampir putus asa, atau telah berputus asa, dan kawan-kawan yang tak ingin berputus asa, telah ku dapati percakapan penuh nasehat dalam tulisan yang singkat, tentang jalan paling mudah dan dekat menuju surga…

Inilah percakapan yang ku maksud…

Si Fulan bertanya pada temannya,

“Wahai saudaraku tercinta! Apakah engkau menginginkan surga?”

Temannya menjawab,

“Siapakah dari kita yang tidak ingin masuk surga? Siapa di antara kita yang tak ingin mendapatkan kenikmatan yang kekal abadi? Dan siapakah di antara kita yang tak ingin merasakan kesenangan yang kekal, serta kelezatan-kelezatan yang terus menerus, yang tak kan lenyap dan tak pula terputus?”

Si Fulan berkata,

“Kalau begitu…maka mengapa engkau tak beramal shalih yang dapat menyampaikanmu ke surga?”

Temannya menjawab,

“Sesungguhnya jalan ke surga itu sulit, panjang, penuh rintangan dan duri. Sedangkan diriku ini lemah, tak dapat aku bersabar atas kesulitan dan kesusahan yang terdapat di jalan itu.”

Si Fulan berkata,

“Saudaraku…jika engkau merasa tidak dapat bersabar dalam mentaati perintah-perintah Allah, serta bersabar untuk menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat selama di dunia, lalu bagaimana engkau akan bersabar jika nanti di akhirat engkau menjadi penghuni neraka Jahannam?! semoga Allah melindungi aku darinya.”

Temannya menjawab,

“Inilah yang mempengaruhiku dan menjadikanku bimbang dalam urusanku. Akan tetapi, aku tidak mengetahui apa yang harus kulakukan dan dari mana aku harus memulainya…. Dan sungguh aku telah terlanjur terjerumus ke jalan maksiat dan hal-hal yg diharamkan.”

Si Fulan berkata,

“Aku akan menunjukkan padamu jalan pintas yang akan menyampaikanmu ke surga. Dan jalan ini adalah jalan yang mudah, tidak ada kesulitan maupun usaha yang berat di dalamnya.”

Temannya berkata,

“Tunjukkan padaku jalan itu, semoga Allah merahmatimu. Sungguh aku selalu ingin memngetahui jalan yang mudah itu.”

Si Fulan berkata,

“Jalan yang dimudahkan ini, dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Al-Fawaaid”, dimana beliau berkata,

’Marilah masuk ke surga Allah…serta berdekatan denganNya di Negeri Keselamatan…tanpa ada letih…tanpa ada kesulitan…dan tanpa ada susah payah…bahkan melalui jalan yang terdekat dan yang termudah…’

’Sesungguhnya, engkau saat ini sedang berada pada satu masa di antara dua masa…dan pada hakikatnya masa itu adalah umurmu…yaitu dimana saat ini engkau ada…di antara masa yang telah lalu dan masa yang akan datang…’

’Adapun masa yang telah lalu…maka ia diperbaiki dengan taubat, penyesalan serta permohonan ampun…dan itu bukanlah sesuatu yang sulit bagimu…serta tidak memerlukan amal-amal yang berat…karena sesungguhnya ia hanyalah amalan hati…’

’Dan pada masa yang akan datang…berusahalah menjauhi dosa-dosa…

dan usahamu untuk menjauhi dosa itu adalah hanya berupa usaha untuk meninggalkan dan bukanlah ia merupakan amalan anggota badan yang menyusahkanmu karena sesungguhnya ia hanyalah berupa kesungguhan serta niat yang kuat…yang akan menyenangkan jasadmu, hatimu serta rahasia-rahasiamu…’

“Apa yang terjadi pada masa lalu, diperbaiki dengan taubat…dan di masa mendatang diperbaiki dengan penghindaran (dari yang haram) dengan kesungguhan serta niat… dan tidak ada kesusahan bagi anggota tubuh atas dua usaha ini.”

“Akan tetapi, yang terpenting dalam masa kehidupanmu adalah masa di antara dua masa (yaitu dimana saat ini engkau berada). Jika engkau menyia-nyiakannya maka engkau telah menyia-nyiakan kebahagiaan dan kesuksesanmu. Namun, jika engkau menjaganya dengan perbaikan dua masa, yaitu masa sebelum dan sesudahnya, dengan cara yang telah disebutkan…maka engkau akan selamat dan menang dengan mendapatkan kelapangan, kelezatan serta kenikmatan…”

Maka, inilah jalan ke surga yang mudah itu….

Bertaubat atas apa yang telah lalu kemudian beramal sholeh serta meninggalkan maksiat pada masa yang akan datang.

Si Fulan menambahkan,

Dan kusampaikan pula padamu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Setiap ummatku akan masuk surga, kecuali yang enggan!” maka shahabat bertanya, siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab, “Siapa yang mentaatiku maka ia masuk surga dan siapa yang tidak taat padaku maka ialah yang enggan” (HR Al-Bukhari)

Dan juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

“Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dibandingkan dekatnya tali sendalnya terhadapnya, demikian pula dengan neraka.” (Muttafaqun ‘alaih).

***

Diterjemahkan dari Buletin Aqrabuthariq Ilal Jannah, Edisi 131, Madarul Wathan, Riyadh, KSA oleh Tim Penerjemah Muslimah.or.id
Murojaah: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Sumber: muslimah.or.id

Bismillahirrahmanirrahim

Surga…negeri indah yang jauh di mata, tapi setiap jiwa mengharapkannya. Ada yang berusaha sungguh-sungguh, ada pula yang jatuh bangun untuk mendapatkannya. Tapi…adapula yang putus asa, sehingga membiarkan dirinya tenggelam dalam kubangan dosa. Mengapa? Karena, ia merasa jalan ke surga itu sulit, melelahkan serta banyak rintangan.


Sungguh, wahai kawan yang hampir putus asa, atau telah berputus asa, dan kawan-kawan yang tak ingin berputus asa, telah ku dapati percakapan penuh nasehat dalam tulisan yang singkat, tentang jalan paling mudah dan dekat menuju surga…

Inilah percakapan yang ku maksud…

Si Fulan bertanya pada temannya,

“Wahai saudaraku tercinta! Apakah engkau menginginkan surga?”

Temannya menjawab,

“Siapakah dari kita yang tidak ingin masuk surga? Siapa di antara kita yang tak ingin mendapatkan kenikmatan yang kekal abadi? Dan siapakah di antara kita yang tak ingin merasakan kesenangan yang kekal, serta kelezatan-kelezatan yang terus menerus, yang tak kan lenyap dan tak pula terputus?”

Si Fulan berkata,

“Kalau begitu…maka mengapa engkau tak beramal shalih yang dapat menyampaikanmu ke surga?”

Temannya menjawab,

“Sesungguhnya jalan ke surga itu sulit, panjang, penuh rintangan dan duri. Sedangkan diriku ini lemah, tak dapat aku bersabar atas kesulitan dan kesusahan yang terdapat di jalan itu.”

Si Fulan berkata,

“Saudaraku…jika engkau merasa tidak dapat bersabar dalam mentaati perintah-perintah Allah, serta bersabar untuk menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat selama di dunia, lalu bagaimana engkau akan bersabar jika nanti di akhirat engkau menjadi penghuni neraka Jahannam?! semoga Allah melindungi aku darinya.”

Temannya menjawab,

“Inilah yang mempengaruhiku dan menjadikanku bimbang dalam urusanku. Akan tetapi, aku tidak mengetahui apa yang harus kulakukan dan dari mana aku harus memulainya…. Dan sungguh aku telah terlanjur terjerumus ke jalan maksiat dan hal-hal yg diharamkan.”

Si Fulan berkata,

“Aku akan menunjukkan padamu jalan pintas yang akan menyampaikanmu ke surga. Dan jalan ini adalah jalan yang mudah, tidak ada kesulitan maupun usaha yang berat di dalamnya.”

Temannya berkata,

“Tunjukkan padaku jalan itu, semoga Allah merahmatimu. Sungguh aku selalu ingin memngetahui jalan yang mudah itu.”

Si Fulan berkata,

“Jalan yang dimudahkan ini, dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Al-Fawaaid”, dimana beliau berkata,

’Marilah masuk ke surga Allah…serta berdekatan denganNya di Negeri Keselamatan…tanpa ada letih…tanpa ada kesulitan…dan tanpa ada susah payah…bahkan melalui jalan yang terdekat dan yang termudah…’

’Sesungguhnya, engkau saat ini sedang berada pada satu masa di antara dua masa…dan pada hakikatnya masa itu adalah umurmu…yaitu dimana saat ini engkau ada…di antara masa yang telah lalu dan masa yang akan datang…’

’Adapun masa yang telah lalu…maka ia diperbaiki dengan taubat, penyesalan serta permohonan ampun…dan itu bukanlah sesuatu yang sulit bagimu…serta tidak memerlukan amal-amal yang berat…karena sesungguhnya ia hanyalah amalan hati…’

’Dan pada masa yang akan datang…berusahalah menjauhi dosa-dosa…

dan usahamu untuk menjauhi dosa itu adalah hanya berupa usaha untuk meninggalkan dan bukanlah ia merupakan amalan anggota badan yang menyusahkanmu karena sesungguhnya ia hanyalah berupa kesungguhan serta niat yang kuat…yang akan menyenangkan jasadmu, hatimu serta rahasia-rahasiamu…’

“Apa yang terjadi pada masa lalu, diperbaiki dengan taubat…dan di masa mendatang diperbaiki dengan penghindaran (dari yang haram) dengan kesungguhan serta niat… dan tidak ada kesusahan bagi anggota tubuh atas dua usaha ini.”

“Akan tetapi, yang terpenting dalam masa kehidupanmu adalah masa di antara dua masa (yaitu dimana saat ini engkau berada). Jika engkau menyia-nyiakannya maka engkau telah menyia-nyiakan kebahagiaan dan kesuksesanmu. Namun, jika engkau menjaganya dengan perbaikan dua masa, yaitu masa sebelum dan sesudahnya, dengan cara yang telah disebutkan…maka engkau akan selamat dan menang dengan mendapatkan kelapangan, kelezatan serta kenikmatan…”

Maka, inilah jalan ke surga yang mudah itu….

Bertaubat atas apa yang telah lalu kemudian beramal sholeh serta meninggalkan maksiat pada masa yang akan datang.

Si Fulan menambahkan,

Dan kusampaikan pula padamu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Setiap ummatku akan masuk surga, kecuali yang enggan!” maka shahabat bertanya, siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab, “Siapa yang mentaatiku maka ia masuk surga dan siapa yang tidak taat padaku maka ialah yang enggan” (HR Al-Bukhari)

Dan juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

“Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dibandingkan dekatnya tali sendalnya terhadapnya, demikian pula dengan neraka.” (Muttafaqun ‘alaih).

***

Diterjemahkan dari Buletin Aqrabuthariq Ilal Jannah, Edisi 131, Madarul Wathan, Riyadh, KSA oleh Tim Penerjemah Muslimah.or.id
Murojaah: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Sumber: muslimah.or.id

Winter Sonata-My Memory


My Memory
(OST. Winter Sonata)

My memory
I remember everything
I can see even a little thing
When I close my eyes

You're far away
Somewhere that I can't reach
I didn't say I love you
Or I will wait for you

I really didn't imagine
Meeting you again

Reff:
I'm still loving you
I confess to you now
I wanna love you forever
If it's not late
Forever with me

Eventhough
MY heart lived without you for a long time
You still were in my heart

I really didn't imagine
Meeting you again

back to reff

My Memory
(OST. Winter Sonata)

My memory
I remember everything
I can see even a little thing
When I close my eyes

You're far away
Somewhere that I can't reach
I didn't say I love you
Or I will wait for you

I really didn't imagine
Meeting you again

Reff:
I'm still loving you
I confess to you now
I wanna love you forever
If it's not late
Forever with me

Eventhough
MY heart lived without you for a long time
You still were in my heart

I really didn't imagine
Meeting you again

back to reff

Sep 17, 2010

Berakhir di Frankston Beach



Tempat ynt duduk di pinggir jembatan, pengennya duduk di ujung jembatan itu tapi ga berani T_T


Sedari jam 10 pagi kemarin ynt berangkat ke city untuk menghadiri International Student Seminar 2010 di Melbourne Town Hall. Alhamdulillah ga telat, malahan kecepetan 30 menit *saking semangatnya*. Setiba di depan Melbourne Town ada seorang pria mudan dan pria paruh baya. Agar tidak salah masuk ruangan ynt pastikan ke mereka apakah itu tempatnya dan ternyata memang benar. Ketika memasuki ruangan, ternyata masih beberapa orang yang hadir, walaaah, ga heran sih kan kecepetan 30 menit.

Berhubung ruangan seminar itu masih sepi, ynt coba menjelajahi Town Hall itu, pengen jalan ke balkon atas. Akhirnya nekat aja jalan ke lantai dua. Sambil jalan di tangga, ynt mendengar permainan orkestra di sebuah ruangan dan hal itu bikin ynt penasaran dan ingin melihatnya. Dan berbekal nekat lagi, ynt kembali menyusuri tangga atas dan ternyata memang ada beberapa pemain orkestra yang sedang latihan. lalu yanti duduk di balkok atas menonton mereka latihan dan merekamnya. seru juga ^_^

Setelah beberapa lama menonton mereka latiha, ynt kembali ke ruangan seminar dan yang hadir sudah semakin banyak dan terjadilah tanya jawab seputar kuliah di 10 Universitas-Universitas Tertinggi di Australia. Memang yang hadir pada saat itu adalah perwakilan dari 10 Universitas-Universitas Tertinggi di Australia. Beberapa jam setelah seminra itu ynt menuju Flinders Street Station tuk pulang ke rumah. Di dalam train entah kenapa muncul keinginan untuk pergi ke Frankston Beach. Sekalian tiket bus ynt berlaku sampai jam 3 pagi, akhirnya sesampai di Dandenong Station ynt naik Frankston Bus menuju Frankston. And you know what, I went there by myself and I even didn't know where the Frankston Beach. Hanya modal nekat dan penasaran lah makanya ynt ke sana.

Dalam perjalanan menuju Frankston, terlihat masih banyak lahan-lahan kosong dimana-mana dan satu hal lagi, ynt melihat ada puluhan sapi :) sepertinya ada peternakan sapi juga di Frankston, kirain cuma di Geelong aja hehe keren. :D Setelah beberapa menit, sampailah di Frankston Station dan alhamdulillah ada map di sana jadi ada gambaran tentang lokasi di sana. Serta sesampai di sana, ada ratusan burung camar beterbangan di sekitar station yang bersebelahan dengan store-store di Frankston. Nah, klo ada burung camar berarti beach nya ga jauh dari sana. Akhirnya ynt liat kembali map yang ada dan berjalan menuju beach yang digambarkan di map itu. Dari kejauhan memang terlihat ada beach di ujung langkah ynt saat itu.

Sambil berjalan ke beach, tiba-tiba seorang wanita menyapa ynt dan bertanya, "excuse me, are they your people?" katanya sambil menunjukkan sebuah novel yang covernya tiga orang gadis kecil berjilbab sambil membaca buku. "owh i guess, yes" jawab ynt. Lalu dia bilang, "good, finally i can see the real person". "Hah? jadi orang ini belum pernah ketemu orang berkerudung sebenarnya" pikir ynt dalam hati. Lalu wanita itu mengingatkan agar berhati-hati jika berjalan sendiri karena di negara ini ada kejadian dimana seorang wanita diminta membuka kerudungnya di depan public. Ynt jadi kaget mendengar hal itu dan sedikit takut juga. Sewaktu wanita itu bicara dia tidak memberikan ynt kesempatan untuk bicara jadinya cuma bisa manggut-manggut aja T_T dan lalu dia pamit sambil bilang, "nice to meet you and have a good day".

Perjalanan kembali dilanjutkan ke Frankston beach. Tidak berapa lama, sampailah ynt di Frankston beach. Ada rasa puas dan tenang ketika melihat pantai. Pantai yang luas membuat hati semakin adem. Lalu ynt membuka sepatu dan kaos kaki dan berjalan di pinggir-pinggir pantai. Saat itu hanya ada 1 dan dua orang di pantai, mungkin karena sedikit dingin kali ya. Ynt biarkan langkah ini berjalan sepanjang pantai itu. Dingiinya air pantai merasuk ke dalam kalbu, segar rasanya. Ya Allah sungguh luar biasa.

Ketika berada di pantai serasa dekat dengan alam semesta. Apa lagi melihat luasnya samudra yang membentang, subhannallah ada rasa tersendiri dalam hati ini. Ingin rasanya memiliki hati seluas samudra, ingin rasanya memiliki kesabaran seluas laut biru, dan ingin rasanya memiliki ketenangan yang tiada batas. Pada saat itu ynt merasa hanya ada Dia dan ynt. Menyendiri dan berdua denganNya di pantai. Mencurahkan semua rasa suka dan duka yang menggelayut dalam dada. Dan bercerita hanya denganNya serta ditemani angin-angin yang menyentuh dinding hati. Sejuk, tenang dan tentram merasuk jiwa.

Namun sayangnya hal itu tidak berlangsung lama karena rintik hujan jatuh satu persatu. Lalu ynt berlari ke pinggi sungai menuju sebuah jembatan. Sambil menuju ke sana, ynt bertemu dengan seorang Bapak yang berumur sekitar 60an. Ketika dia melihat ynt memoto jembatan, dia berkata, "do you want me to take your picture?" lalu ynt jawab, "yes, please" lumayan lah, setidaknya ynt sempat foto di Frankston walaupun cuma sebentar hehehe.. Sehabis itu karen kami menuju ke arah yang sama, akhirnya ynt jalan sama bapak itu sambil bercerita. Dia berasal dari India namun sudah 40 thn di sini dan dia juga bercerita klo dulunya dia seorang veteran *wuidiiiiih*. Lalu dia juga bercerita tentang orang Australia yang tertangkap di Bali karena membawa drugs, namun belum sempat membahas lebih lanjut kami berpisah karena mengambil rute yang berbeda. Si bapak bilang, "put your coat on, it's cold" katanya sambil mennggerakkan tangannya. "ok, thank you" jawab ynt dan senyum ke bapak itu.

Berhubung hujan semakin deras, akhirnya ynt semakin bergegas menuju Frankston Station, namun ketika lewat di depan Coles tiba-tiba malah pengen beli es krim di sana *hehehe geje nih, hujan-hujan beli es krim* tapi ya cuek aja. Habis itu ynt berjalan menuju Station dan berkat petunjuk bus driver, ynt berjalan menuju Bay 3, tempat bus jurusan Ringwood untuk menuju rumah. Alhamdulillah jam 14.30 pm ynt sampai di rumah dengan selamat, ga nyasar dan ga ketiduran di bis ataupun train.. :D

Dandenong, 17 September 2010


Tempat ynt duduk di pinggir jembatan, pengennya duduk di ujung jembatan itu tapi ga berani T_T


Sedari jam 10 pagi kemarin ynt berangkat ke city untuk menghadiri International Student Seminar 2010 di Melbourne Town Hall. Alhamdulillah ga telat, malahan kecepetan 30 menit *saking semangatnya*. Setiba di depan Melbourne Town ada seorang pria mudan dan pria paruh baya. Agar tidak salah masuk ruangan ynt pastikan ke mereka apakah itu tempatnya dan ternyata memang benar. Ketika memasuki ruangan, ternyata masih beberapa orang yang hadir, walaaah, ga heran sih kan kecepetan 30 menit.

Berhubung ruangan seminar itu masih sepi, ynt coba menjelajahi Town Hall itu, pengen jalan ke balkon atas. Akhirnya nekat aja jalan ke lantai dua. Sambil jalan di tangga, ynt mendengar permainan orkestra di sebuah ruangan dan hal itu bikin ynt penasaran dan ingin melihatnya. Dan berbekal nekat lagi, ynt kembali menyusuri tangga atas dan ternyata memang ada beberapa pemain orkestra yang sedang latihan. lalu yanti duduk di balkok atas menonton mereka latihan dan merekamnya. seru juga ^_^

Setelah beberapa lama menonton mereka latiha, ynt kembali ke ruangan seminar dan yang hadir sudah semakin banyak dan terjadilah tanya jawab seputar kuliah di 10 Universitas-Universitas Tertinggi di Australia. Memang yang hadir pada saat itu adalah perwakilan dari 10 Universitas-Universitas Tertinggi di Australia. Beberapa jam setelah seminra itu ynt menuju Flinders Street Station tuk pulang ke rumah. Di dalam train entah kenapa muncul keinginan untuk pergi ke Frankston Beach. Sekalian tiket bus ynt berlaku sampai jam 3 pagi, akhirnya sesampai di Dandenong Station ynt naik Frankston Bus menuju Frankston. And you know what, I went there by myself and I even didn't know where the Frankston Beach. Hanya modal nekat dan penasaran lah makanya ynt ke sana.

Dalam perjalanan menuju Frankston, terlihat masih banyak lahan-lahan kosong dimana-mana dan satu hal lagi, ynt melihat ada puluhan sapi :) sepertinya ada peternakan sapi juga di Frankston, kirain cuma di Geelong aja hehe keren. :D Setelah beberapa menit, sampailah di Frankston Station dan alhamdulillah ada map di sana jadi ada gambaran tentang lokasi di sana. Serta sesampai di sana, ada ratusan burung camar beterbangan di sekitar station yang bersebelahan dengan store-store di Frankston. Nah, klo ada burung camar berarti beach nya ga jauh dari sana. Akhirnya ynt liat kembali map yang ada dan berjalan menuju beach yang digambarkan di map itu. Dari kejauhan memang terlihat ada beach di ujung langkah ynt saat itu.

Sambil berjalan ke beach, tiba-tiba seorang wanita menyapa ynt dan bertanya, "excuse me, are they your people?" katanya sambil menunjukkan sebuah novel yang covernya tiga orang gadis kecil berjilbab sambil membaca buku. "owh i guess, yes" jawab ynt. Lalu dia bilang, "good, finally i can see the real person". "Hah? jadi orang ini belum pernah ketemu orang berkerudung sebenarnya" pikir ynt dalam hati. Lalu wanita itu mengingatkan agar berhati-hati jika berjalan sendiri karena di negara ini ada kejadian dimana seorang wanita diminta membuka kerudungnya di depan public. Ynt jadi kaget mendengar hal itu dan sedikit takut juga. Sewaktu wanita itu bicara dia tidak memberikan ynt kesempatan untuk bicara jadinya cuma bisa manggut-manggut aja T_T dan lalu dia pamit sambil bilang, "nice to meet you and have a good day".

Perjalanan kembali dilanjutkan ke Frankston beach. Tidak berapa lama, sampailah ynt di Frankston beach. Ada rasa puas dan tenang ketika melihat pantai. Pantai yang luas membuat hati semakin adem. Lalu ynt membuka sepatu dan kaos kaki dan berjalan di pinggir-pinggir pantai. Saat itu hanya ada 1 dan dua orang di pantai, mungkin karena sedikit dingin kali ya. Ynt biarkan langkah ini berjalan sepanjang pantai itu. Dingiinya air pantai merasuk ke dalam kalbu, segar rasanya. Ya Allah sungguh luar biasa.

Ketika berada di pantai serasa dekat dengan alam semesta. Apa lagi melihat luasnya samudra yang membentang, subhannallah ada rasa tersendiri dalam hati ini. Ingin rasanya memiliki hati seluas samudra, ingin rasanya memiliki kesabaran seluas laut biru, dan ingin rasanya memiliki ketenangan yang tiada batas. Pada saat itu ynt merasa hanya ada Dia dan ynt. Menyendiri dan berdua denganNya di pantai. Mencurahkan semua rasa suka dan duka yang menggelayut dalam dada. Dan bercerita hanya denganNya serta ditemani angin-angin yang menyentuh dinding hati. Sejuk, tenang dan tentram merasuk jiwa.

Namun sayangnya hal itu tidak berlangsung lama karena rintik hujan jatuh satu persatu. Lalu ynt berlari ke pinggi sungai menuju sebuah jembatan. Sambil menuju ke sana, ynt bertemu dengan seorang Bapak yang berumur sekitar 60an. Ketika dia melihat ynt memoto jembatan, dia berkata, "do you want me to take your picture?" lalu ynt jawab, "yes, please" lumayan lah, setidaknya ynt sempat foto di Frankston walaupun cuma sebentar hehehe.. Sehabis itu karen kami menuju ke arah yang sama, akhirnya ynt jalan sama bapak itu sambil bercerita. Dia berasal dari India namun sudah 40 thn di sini dan dia juga bercerita klo dulunya dia seorang veteran *wuidiiiiih*. Lalu dia juga bercerita tentang orang Australia yang tertangkap di Bali karena membawa drugs, namun belum sempat membahas lebih lanjut kami berpisah karena mengambil rute yang berbeda. Si bapak bilang, "put your coat on, it's cold" katanya sambil mennggerakkan tangannya. "ok, thank you" jawab ynt dan senyum ke bapak itu.

Berhubung hujan semakin deras, akhirnya ynt semakin bergegas menuju Frankston Station, namun ketika lewat di depan Coles tiba-tiba malah pengen beli es krim di sana *hehehe geje nih, hujan-hujan beli es krim* tapi ya cuek aja. Habis itu ynt berjalan menuju Station dan berkat petunjuk bus driver, ynt berjalan menuju Bay 3, tempat bus jurusan Ringwood untuk menuju rumah. Alhamdulillah jam 14.30 pm ynt sampai di rumah dengan selamat, ga nyasar dan ga ketiduran di bis ataupun train.. :D

Dandenong, 17 September 2010

Sep 15, 2010

The Story of the One-Eyed Mother


My mom only had one eye.
I hated her... she was such an embarrassment...
She cooked for students & teachers...to support the family.
There was this one day during elementary school and my mom came.
I was so embarrassed. How could she do this to me?
I threw her a hateful look and ran out.

The next day at school...
"Your mom only has one eye?!?!"...eeeee said a friend.
I wished my mom would just disappear from this world.
So I said to my mom, "Mom... Why don't you have the other eye?!
If you're only gonna make me a laughing stock, why don't you just
die?!!!"

My mom did not respond...
I guess I felt a little bad, but at the same time, it felt good to
think that I had said what I'd wanted to say all this time...
Maybe it was because my mom hadn't punished me, but I didn't think
that I had hurt her feelings very badly.

That night...
I woke up, and went to the kitchen to get a glass of water.
My mom was crying there, so quietly, as if she was afraid that she
might wake me.
I took a look at her, and then turned away.
Because of the thing I had said to her earlier, there was something
pinching at me in the corner of my heart.
Even so, I hated my mother who was crying out of her one eye.
So I told myself that I would grow up and become successful.

Then I studied real hard. I left my mother and went to Singapore to
study.

Then, I got married. I bought a house of my own. Then I had kids,
too...
Now I'm living happily as a successful man.
I like it here because it's a place that doesn't remind me of my mom.

This happiness was getting bigger and bigger, when...

What?! Who's this?!
It was my mother...Still with her one eye.
I felt as if the whole sky was falling apart on me.
Even my children ran away, scared of my mom's eye.
And I asked her, "Who are you?!" "I don't know you!!!" as if trying to
make that real.
I screamed at her, "How dare you come to my house and scare my
children!"
GET OUT OF HERE! NOW!!!"

And to this, my mother quietly answered, "Oh, I'm so sorry.
I may have gotten the wrong address,"
and she disappeared out of sight.

Thank goodness... She doesn't recognize me. I was quite relieved.
I told myself that I wasn't going to care, or think about this for the
rest of my life.
Then a wave of relief came upon me...

One day, a letter regarding a school reunion came to my house in
Singapore.
So, lying to my wife that I was going on a business trip, I went. After
the reunion, I went down to the old shack, that I used to call a
house... Just out of curiosity

There, I found my mother fallen on the cold ground. But I did not shed
a single tear.
She had a piece of paper in her hand....It was a letter to me.

"My son...
I think my life has been long enough now...
And... I wont visit Singapore anymore...
But would it be too much to ask if I wanted you to come visit me once
in a while? I miss you so much..
And I was so glad when I heard you were coming for the reunion. But I
decided not to go to the school.
For you...
And I'm sorry that I only have one eye, and I was an embarrassment for
you.

You see, when you were very little, you got into an accident, and lost
your eye.
As a mom, I couldn't stand watching you having to grow up with only one
eye...
So I gave you mine...
I was so proud of my son that was seeing a whole new world for me, in
my place, with that eye.
I was never upset at you for anything you did..
The couple times that you were angry with me.. I thought to myself,
'It's because he loves me..'
My son... Oh, my son... "

This message has a very deep meaning and is passed to remind people of
the goodness they have enjoy was because of others directly or
indirectly.
Pause a moment and consider your life!
Be thankful of what you have today compared to many millions who do not live
lives as you do!

Do spend some time in prayer for your mum out there!

Reference: http://gamevision.spaces.live.com/blog/cns
***


Ibuku hanya memiliki satu mata.
Aku membencinya… dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan.

Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah… untuk menopang
keluarga.
Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku datang.
Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini padaku? Aku
membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya.

Keesokan harinya di sekolah…

"Ibumu bermata satu?!?!�?…. eeeee ejek seorang teman.
Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini.

Jadi kemudian aku katakan pada ibuku, "Ma… kenapa engkau hanya memiliki satu
mata?! Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang-orang ,
kenapa engkau tidak segera mati saja?!!!�?

Ibuku diam tak bereaksi.

Aku merasa tidak enak, namun disaat yang sama, aku rasa aku harus mengatakan
apa yang ingin aku katakan selama ini… Mungkin ini karena ibuku tidak pernah
menghukumku, akan tetapi aku tidak berfikir kalau aku telah sangat melukai
perasaannya.

Malam itu…

Aku terjaga dan bangun menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum.
Ibuku sedang menangis disana terisak-isak, mungkin karena khawatir akan
membangunkanku. Sesaat kutatap ia, dan kemudian pergi meninggalkannya.

Setelah aku mengatakan perasaanku sebelumnya padanya, aku merasa tidak enak
dan tertekan. Walau demikian, aku benci ibuku yang menangis dengan satu
mata. Jadi aku bertekad untuk menjadi dewasa dan menjadi orang sukses .

Kemudian aku tekun belajar. Aku tinggalkan ibuku dan melanjutkan studiku ke
Singapore.

Kemudian aku menikah. Aku membeli rumahku dengan jerih payahku. Kemudian,
akupun mendapatkan anak-anak, juga.

Sekarang aku tinggal dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku
menyukai tempat tinggal ini karena tempat ini dapat membantuku melupakan
ibuku.

Kebahagiaan ini bertambah besar dan besar, ketika…

Apa ?! Siapa ini?!

Ini adalah ibuku… Masih dengan mata satunya. Aku merasa seolah-olah langit
runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku lari ketakutan melihat ibuku yang
bermata satu.

Aku bertanya padanya, "Siapa kamu?!. Aku tidak mengenalmu!!!
kukatakan seolah-olah itu benar. Aku memakinya, "Berani sekali kamu datang
ke rumahku dan menakut-nakuti anak-anakku! KELUAR DARI SINI!! SEKARANG
JUGA!!!

Ibuku hanya menjawab, "Oh, maafkan aku. Aku mungkin salah alamat.
Kemudian ia berlalu dan hilang dari pandanganku.

Oh syukurlah… Dia tidak mengenaliku. Aku agak lega. Kukatakan pada diriku
kalau aku tidak akan khawatir, atau akan memikirkannya lagi. Dan akupun
menjadi merasa lebih lega…

Suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah dikirim ke alamat
rumahku di Singapore. Jadi, aku berbohong pada istriku bahwa aku akan
melakukan perjalanan dinas. Setelah menghadiri reuni sekolah, aku
mengunjungi sebuah gubuk tua, dulu merupakan rumahku… Hanya sekedar ingin
tahu saja.

Di sana , aku mendapati ibuku terjatuh di tanah yang dingin. Tapi aku tidak
melihatnya ia mengeluarkan air mata. Ia memegang selembar surat ditangannya…
Sebuah surat untukku.

"Anakku…
Aku rasa hidupku cukup sudah kini…
Dan… aku tidak akan pergi ke Singapore lagi…
Tapi apakah ini terlalu berlebihan bila aku mengharapkan engkau yang datang
mengunjungiku sekali-kali? Aku sungguh sangat merindukanmu…

Dan aku sangat gembira ketika kudengar bahwa engkau datang pada reuni
sekolah . Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahan. Demi engkau …

Dan aku sangat menyesal karna aku hanya memiliki satu mata, dan aku telah
sangat memalukan dirimu.

Kau tahu, ketika engkau masih kecil, engkau mengalami sebuah kecelakaan, dan
kehilangan salah satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak bisa tinggal
diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya memiliki satu mata. Jadi
kuberikan salah satu mataku untukmu…

Aku sangat bangga akan dirimu yang telah dapat melihat sebuah dunia yang
baru untukku, di tempatku, dengan mata tersebut. Aku tidak pernah merasa
marah dengan apa yang kau pernah kau lakukan… Beberapa kali engkau
memarahiku…

Aku berkata pada diriku, 'Ini karena ia mencintaiku'

Teman-temanku…

Pesan (di atas) ini sungguh memiliki sebuah arti yang sangat mendalam dan
dikirim untuk mengingatkan banyak orang bahwa kebaikan yang telah mereka
nikmati selama ini adalah berkat seseorang, entah secara langsung maupun
tidak langsung.

Renungkan sesaat dan lihatlah dirimu!.

Berterima kasihlah akan apa yang kamu miliki saat ini dibandingkan dengan
jutaan orang yang tidak memiliki kehidupan seperti yang engkau peroleh saat
ini !

"Bawalah (selalu) ibumu dalam doa di mana saja engkau berada."

Sumber: http://www.mail-archive.com/satgana@yahoogroups.com/msg00117.html

My mom only had one eye.
I hated her... she was such an embarrassment...
She cooked for students & teachers...to support the family.
There was this one day during elementary school and my mom came.
I was so embarrassed. How could she do this to me?
I threw her a hateful look and ran out.

The next day at school...
"Your mom only has one eye?!?!"...eeeee said a friend.
I wished my mom would just disappear from this world.
So I said to my mom, "Mom... Why don't you have the other eye?!
If you're only gonna make me a laughing stock, why don't you just
die?!!!"

My mom did not respond...
I guess I felt a little bad, but at the same time, it felt good to
think that I had said what I'd wanted to say all this time...
Maybe it was because my mom hadn't punished me, but I didn't think
that I had hurt her feelings very badly.

That night...
I woke up, and went to the kitchen to get a glass of water.
My mom was crying there, so quietly, as if she was afraid that she
might wake me.
I took a look at her, and then turned away.
Because of the thing I had said to her earlier, there was something
pinching at me in the corner of my heart.
Even so, I hated my mother who was crying out of her one eye.
So I told myself that I would grow up and become successful.

Then I studied real hard. I left my mother and went to Singapore to
study.

Then, I got married. I bought a house of my own. Then I had kids,
too...
Now I'm living happily as a successful man.
I like it here because it's a place that doesn't remind me of my mom.

This happiness was getting bigger and bigger, when...

What?! Who's this?!
It was my mother...Still with her one eye.
I felt as if the whole sky was falling apart on me.
Even my children ran away, scared of my mom's eye.
And I asked her, "Who are you?!" "I don't know you!!!" as if trying to
make that real.
I screamed at her, "How dare you come to my house and scare my
children!"
GET OUT OF HERE! NOW!!!"

And to this, my mother quietly answered, "Oh, I'm so sorry.
I may have gotten the wrong address,"
and she disappeared out of sight.

Thank goodness... She doesn't recognize me. I was quite relieved.
I told myself that I wasn't going to care, or think about this for the
rest of my life.
Then a wave of relief came upon me...

One day, a letter regarding a school reunion came to my house in
Singapore.
So, lying to my wife that I was going on a business trip, I went. After
the reunion, I went down to the old shack, that I used to call a
house... Just out of curiosity

There, I found my mother fallen on the cold ground. But I did not shed
a single tear.
She had a piece of paper in her hand....It was a letter to me.

"My son...
I think my life has been long enough now...
And... I wont visit Singapore anymore...
But would it be too much to ask if I wanted you to come visit me once
in a while? I miss you so much..
And I was so glad when I heard you were coming for the reunion. But I
decided not to go to the school.
For you...
And I'm sorry that I only have one eye, and I was an embarrassment for
you.

You see, when you were very little, you got into an accident, and lost
your eye.
As a mom, I couldn't stand watching you having to grow up with only one
eye...
So I gave you mine...
I was so proud of my son that was seeing a whole new world for me, in
my place, with that eye.
I was never upset at you for anything you did..
The couple times that you were angry with me.. I thought to myself,
'It's because he loves me..'
My son... Oh, my son... "

This message has a very deep meaning and is passed to remind people of
the goodness they have enjoy was because of others directly or
indirectly.
Pause a moment and consider your life!
Be thankful of what you have today compared to many millions who do not live
lives as you do!

Do spend some time in prayer for your mum out there!

Reference: http://gamevision.spaces.live.com/blog/cns
***


Ibuku hanya memiliki satu mata.
Aku membencinya… dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan.

Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah… untuk menopang
keluarga.
Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku datang.
Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini padaku? Aku
membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya.

Keesokan harinya di sekolah…

"Ibumu bermata satu?!?!�?…. eeeee ejek seorang teman.
Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini.

Jadi kemudian aku katakan pada ibuku, "Ma… kenapa engkau hanya memiliki satu
mata?! Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang-orang ,
kenapa engkau tidak segera mati saja?!!!�?

Ibuku diam tak bereaksi.

Aku merasa tidak enak, namun disaat yang sama, aku rasa aku harus mengatakan
apa yang ingin aku katakan selama ini… Mungkin ini karena ibuku tidak pernah
menghukumku, akan tetapi aku tidak berfikir kalau aku telah sangat melukai
perasaannya.

Malam itu…

Aku terjaga dan bangun menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum.
Ibuku sedang menangis disana terisak-isak, mungkin karena khawatir akan
membangunkanku. Sesaat kutatap ia, dan kemudian pergi meninggalkannya.

Setelah aku mengatakan perasaanku sebelumnya padanya, aku merasa tidak enak
dan tertekan. Walau demikian, aku benci ibuku yang menangis dengan satu
mata. Jadi aku bertekad untuk menjadi dewasa dan menjadi orang sukses .

Kemudian aku tekun belajar. Aku tinggalkan ibuku dan melanjutkan studiku ke
Singapore.

Kemudian aku menikah. Aku membeli rumahku dengan jerih payahku. Kemudian,
akupun mendapatkan anak-anak, juga.

Sekarang aku tinggal dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku
menyukai tempat tinggal ini karena tempat ini dapat membantuku melupakan
ibuku.

Kebahagiaan ini bertambah besar dan besar, ketika…

Apa ?! Siapa ini?!

Ini adalah ibuku… Masih dengan mata satunya. Aku merasa seolah-olah langit
runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku lari ketakutan melihat ibuku yang
bermata satu.

Aku bertanya padanya, "Siapa kamu?!. Aku tidak mengenalmu!!!
kukatakan seolah-olah itu benar. Aku memakinya, "Berani sekali kamu datang
ke rumahku dan menakut-nakuti anak-anakku! KELUAR DARI SINI!! SEKARANG
JUGA!!!

Ibuku hanya menjawab, "Oh, maafkan aku. Aku mungkin salah alamat.
Kemudian ia berlalu dan hilang dari pandanganku.

Oh syukurlah… Dia tidak mengenaliku. Aku agak lega. Kukatakan pada diriku
kalau aku tidak akan khawatir, atau akan memikirkannya lagi. Dan akupun
menjadi merasa lebih lega…

Suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah dikirim ke alamat
rumahku di Singapore. Jadi, aku berbohong pada istriku bahwa aku akan
melakukan perjalanan dinas. Setelah menghadiri reuni sekolah, aku
mengunjungi sebuah gubuk tua, dulu merupakan rumahku… Hanya sekedar ingin
tahu saja.

Di sana , aku mendapati ibuku terjatuh di tanah yang dingin. Tapi aku tidak
melihatnya ia mengeluarkan air mata. Ia memegang selembar surat ditangannya…
Sebuah surat untukku.

"Anakku…
Aku rasa hidupku cukup sudah kini…
Dan… aku tidak akan pergi ke Singapore lagi…
Tapi apakah ini terlalu berlebihan bila aku mengharapkan engkau yang datang
mengunjungiku sekali-kali? Aku sungguh sangat merindukanmu…

Dan aku sangat gembira ketika kudengar bahwa engkau datang pada reuni
sekolah . Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahan. Demi engkau …

Dan aku sangat menyesal karna aku hanya memiliki satu mata, dan aku telah
sangat memalukan dirimu.

Kau tahu, ketika engkau masih kecil, engkau mengalami sebuah kecelakaan, dan
kehilangan salah satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak bisa tinggal
diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya memiliki satu mata. Jadi
kuberikan salah satu mataku untukmu…

Aku sangat bangga akan dirimu yang telah dapat melihat sebuah dunia yang
baru untukku, di tempatku, dengan mata tersebut. Aku tidak pernah merasa
marah dengan apa yang kau pernah kau lakukan… Beberapa kali engkau
memarahiku…

Aku berkata pada diriku, 'Ini karena ia mencintaiku'

Teman-temanku…

Pesan (di atas) ini sungguh memiliki sebuah arti yang sangat mendalam dan
dikirim untuk mengingatkan banyak orang bahwa kebaikan yang telah mereka
nikmati selama ini adalah berkat seseorang, entah secara langsung maupun
tidak langsung.

Renungkan sesaat dan lihatlah dirimu!.

Berterima kasihlah akan apa yang kamu miliki saat ini dibandingkan dengan
jutaan orang yang tidak memiliki kehidupan seperti yang engkau peroleh saat
ini !

"Bawalah (selalu) ibumu dalam doa di mana saja engkau berada."

Sumber: http://www.mail-archive.com/satgana@yahoogroups.com/msg00117.html

Nasehat Imam Al-Ghazali


Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Iimam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat. Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukaiperasaan saudaranya sendiri.

Sumber: dudung.net

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Iimam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat. Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukaiperasaan saudaranya sendiri.

Sumber: dudung.net

Sep 14, 2010

Air Mata Rasulullah SAW


Sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau membaca yg satu ini...
untuk mengingatkan kita...

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku,
orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri,
tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril,
jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara
yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah
menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata
Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih
penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata
Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah
mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat
nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada
umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak
bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum
- peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di
luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii,
ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini,
mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa
baarik wa sallim �alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Sumber: dudung.net

Sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau membaca yg satu ini...
untuk mengingatkan kita...

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku,
orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri,
tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril,
jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara
yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah
menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata
Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih
penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata
Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah
mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat
nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada
umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak
bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum
- peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di
luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii,
ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini,
mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa
baarik wa sallim �alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Sumber: dudung.net

Sep 12, 2010

Wanita Penghuni Surga Itu…


Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah: ustadz Abu Salman

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?

Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.

Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.

Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”

Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.

Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???

Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.

Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)

Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?

Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.

Marji’:
Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.
muslimah.or.id

Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah: ustadz Abu Salman

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?

Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.

Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.

Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”

Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.

Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???

Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.

Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)

Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?

Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.

Marji’:
Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.
muslimah.or.id

Sep 11, 2010

Rasaku



Lelahku
Gundahku
Semuanya menyeruak dalam kalbu
Memeluk jiwa yang semakin membeku

Rasa ini
Asa ini
Akankah tertambat pada sekeping hati?

Cinta,
Begitu indah engkau menyapa
Menyentuh kalbu yang kering dahaga
Menghidupkan hati yang lelah oleh dunia

Tak bisa kupungkiri
Kehadiranmu di keheningan sunyi
Membayangi hari-hariku
Berlari dan menari di taman jiwa

Cinta,
Ingin ku meraihmu
Mendekapmu
Menginginkanmu hanya untukku

Berlarilah ke arahku
Jadikanlah rasa ini
Asa ini
Hanya milik kita


Dandenong, 11 september 2010


Lelahku
Gundahku
Semuanya menyeruak dalam kalbu
Memeluk jiwa yang semakin membeku

Rasa ini
Asa ini
Akankah tertambat pada sekeping hati?

Cinta,
Begitu indah engkau menyapa
Menyentuh kalbu yang kering dahaga
Menghidupkan hati yang lelah oleh dunia

Tak bisa kupungkiri
Kehadiranmu di keheningan sunyi
Membayangi hari-hariku
Berlari dan menari di taman jiwa

Cinta,
Ingin ku meraihmu
Mendekapmu
Menginginkanmu hanya untukku

Berlarilah ke arahku
Jadikanlah rasa ini
Asa ini
Hanya milik kita


Dandenong, 11 september 2010

Sep 10, 2010

Terry Jones Akhirnya Batalkan Acara Bakar Al-Quran


Pastor Terry Jones memutuskan untuk membatalkan rencananya untuk membakar al-Quran di gerejanya yang berbasis di Florida, di mana rencana tersebut telah menarik kecaman dunia internasional.

Terry Jones dari gereja World Outreach Center Dove mengumumkan pada hari Kamis kemarin (9/9) bahwa "kami telah sepakat untuk membatalkan acara kami pada Sabtu mendatang," lapor ABC.

Jones mengatakan pada hari Kamis kemarin bahwa keputusan pembatala itu datang setelah ia mencapai kesepakatan dengan Imam Abdel Rauf, pemimpin pusat Islam yang rencananya akan dibangun di dekat lokasi Ground Zero.

"Dia telah setuju untuk memindahkannya," kata Jones mengacu kepada pusat budaya Islam dan masjid yang berada di dekat ground zero.

Namun, SoHo Properties, pengembang pusat komunitas tersebut yang disebut sebagai masjid Ground Zero membantah laporan itu.

"Muslim Community Center yang disebut Park51 di Lower Manhattan tidak sedang berhenti bergerak," kata SoHo Properties dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan seperti yang direncanakan.

Presiden AS Barack Obama sebelumnya mendesak Jones untuk menarik diri dari rencananya tersebut dan berkata, "Saya hanya ingin dia mengerti bahwa aksi yang ia bicarakan sangat tendensius dan bisa membahayakan para anak muda kita pria dan wanita yang berseragam."

Sedangkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengutuk keras rencana itu dengan menggambarkan sebagai "tidak sopan dan memalukan."

Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menyalahkan rencana itu atas kegagalan kebijakan AS untuk melindungi hak-hak dasar umat Muslim AS.

Dewan Kepausan Vatikan untuk Dialog Antaragama melabeli rencana itu sebagai tindakan yang menyedihkan dari sebuah kekerasan."

Afghanistan, India, Indonesia, Kuwait, Pakistan, Organisasi Konferensi Islam dan NATO juga mengutuk rencana tersebut.(fq/prtv)

Sumber: Eramuslim.com
***

Florida Pastor May Reconsider Cancellation of Quran Burning

(Sept. 9) -- A Christian pastor today canceled his controversial plan to burn copies of the Quran, saying he had received a "sign from God" when a Muslim cleric agreed to move an Islamic center planned for a site near ground zero in New York. But the cleric said there was no such deal, and the preacher later said he was having second thoughts.

Terry Jones said tonight he had been "clearly, clearly lied to" about what he said was a promise to change the location of the New York mosque.

Jones, head of the Dove World Outreach Center in Gainesville, Fla., sparked an international uproar when he announced his church would burn copies of the Muslim holy book on Saturday, the ninth anniversary of the Sept. 11 terror attacks. President Barack Obama condemned the plan and Gen. David Petraeus, the U.S. commander in Afghanistan, warned it could endanger American troops. Secretary of Defense Robert Gates telephoned Jones earlier today and urged him to reconsider.

Jones announced this afternoon he had decided to call off the Quran burning and would instead fly to New York on Saturday to meet with the Muslim cleric who wants to build an Islamic center a few blocks from the site of the former World Trade Center.

"Our thought was the American people do not as a whole want the mosque at ground zero. If they were willing to cancel the mosque at the ground zero location or if they were willing to move that location, we would consider that a sign from God," Jones told reporters today.

"We have been in contact with the imam in New York City. I will be flying up on Saturday to meet with the imam at the ground zero mosque. He has agreed to move the location," Jones said.

Imam Feisal Abdul Rauf said in a statement that there had been no such agreement and that he had not been involved in any negotiations with the Florida preacher.

"I am glad that Pastor Jones has decided not to burn any Qurans. However, I have not spoken to Pastor Jones," he said, adding that he was "surprised" by the announcement.

"We are not going to toy with our religion or any other. Nor are we here to barter. We are here to extend our hand to build peace and harmony," he said.

The property developer also denied any deal had been reached.

"The Muslim community center called Park51 in lower Manhattan is not being moved," said a statement issued by SoHo Properties that was obtained by ABC News. "The project will proceed as planned."

Imam Muhammad Musri, president of the Islamic Society of Central Florida, appeared with Jones at his news conference but later hastened to say he had never given any guarantee that the Park51 Islamic center would be moved. Jones, however, stuck to his assertion that the New York imam had promised to move the mosque.

"I was told exactly the imam would move the mosque from ground zero," Jones said. "I have his word he will move the mosque to a different location."

Later in the evening, Jones said he was reconsidering the move to call off the Quran-burning event. He did not say when he would announce a final decision.

Jones, the author of a book called "Islam Is of the Devil," had never previously cited the New York Islamic center as a reason for Quran burning.

Meanwhile, real estate mogul Donald Trump said he had offered $6 million to buy out a major investor in the planned Park51 Islamic center -- 25 percent over the $4.8 million purchase price of the location, the New York Daily News said.


Sponsored Links"I am making this offer as a resident of New York and citizen of the United States, not because I think the location is a spectacular one (because it is not), but because it will end a very serious, inflammatory, and highly divisive situation that is destined, in my opinion, to only get worse," Trump told the investor in a letter released by his publicist.

The investor, Hisham Elzanaty, rejected the offer. "This is just a cheap attempt to get publicity and get in the limelight," said his attorney, Wolodymyr Starosolsky, according to The Associated Press.

Opponents of the Islamic center say it is unfair to families whose loved ones died on 9/11 to locate a mosque so close to the World Trade Center, where Muslim extremists flew hijacked planes into the twin towers. Others, including President Obama and New York Mayor Michael Bloomberg, say it would be un-American to try to stop any religious group from building a house of worship.

Sumber: http://www.aolnews.com

Pastor Terry Jones memutuskan untuk membatalkan rencananya untuk membakar al-Quran di gerejanya yang berbasis di Florida, di mana rencana tersebut telah menarik kecaman dunia internasional.

Terry Jones dari gereja World Outreach Center Dove mengumumkan pada hari Kamis kemarin (9/9) bahwa "kami telah sepakat untuk membatalkan acara kami pada Sabtu mendatang," lapor ABC.

Jones mengatakan pada hari Kamis kemarin bahwa keputusan pembatala itu datang setelah ia mencapai kesepakatan dengan Imam Abdel Rauf, pemimpin pusat Islam yang rencananya akan dibangun di dekat lokasi Ground Zero.

"Dia telah setuju untuk memindahkannya," kata Jones mengacu kepada pusat budaya Islam dan masjid yang berada di dekat ground zero.

Namun, SoHo Properties, pengembang pusat komunitas tersebut yang disebut sebagai masjid Ground Zero membantah laporan itu.

"Muslim Community Center yang disebut Park51 di Lower Manhattan tidak sedang berhenti bergerak," kata SoHo Properties dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan seperti yang direncanakan.

Presiden AS Barack Obama sebelumnya mendesak Jones untuk menarik diri dari rencananya tersebut dan berkata, "Saya hanya ingin dia mengerti bahwa aksi yang ia bicarakan sangat tendensius dan bisa membahayakan para anak muda kita pria dan wanita yang berseragam."

Sedangkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengutuk keras rencana itu dengan menggambarkan sebagai "tidak sopan dan memalukan."

Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menyalahkan rencana itu atas kegagalan kebijakan AS untuk melindungi hak-hak dasar umat Muslim AS.

Dewan Kepausan Vatikan untuk Dialog Antaragama melabeli rencana itu sebagai tindakan yang menyedihkan dari sebuah kekerasan."

Afghanistan, India, Indonesia, Kuwait, Pakistan, Organisasi Konferensi Islam dan NATO juga mengutuk rencana tersebut.(fq/prtv)

Sumber: Eramuslim.com
***

Florida Pastor May Reconsider Cancellation of Quran Burning

(Sept. 9) -- A Christian pastor today canceled his controversial plan to burn copies of the Quran, saying he had received a "sign from God" when a Muslim cleric agreed to move an Islamic center planned for a site near ground zero in New York. But the cleric said there was no such deal, and the preacher later said he was having second thoughts.

Terry Jones said tonight he had been "clearly, clearly lied to" about what he said was a promise to change the location of the New York mosque.

Jones, head of the Dove World Outreach Center in Gainesville, Fla., sparked an international uproar when he announced his church would burn copies of the Muslim holy book on Saturday, the ninth anniversary of the Sept. 11 terror attacks. President Barack Obama condemned the plan and Gen. David Petraeus, the U.S. commander in Afghanistan, warned it could endanger American troops. Secretary of Defense Robert Gates telephoned Jones earlier today and urged him to reconsider.

Jones announced this afternoon he had decided to call off the Quran burning and would instead fly to New York on Saturday to meet with the Muslim cleric who wants to build an Islamic center a few blocks from the site of the former World Trade Center.

"Our thought was the American people do not as a whole want the mosque at ground zero. If they were willing to cancel the mosque at the ground zero location or if they were willing to move that location, we would consider that a sign from God," Jones told reporters today.

"We have been in contact with the imam in New York City. I will be flying up on Saturday to meet with the imam at the ground zero mosque. He has agreed to move the location," Jones said.

Imam Feisal Abdul Rauf said in a statement that there had been no such agreement and that he had not been involved in any negotiations with the Florida preacher.

"I am glad that Pastor Jones has decided not to burn any Qurans. However, I have not spoken to Pastor Jones," he said, adding that he was "surprised" by the announcement.

"We are not going to toy with our religion or any other. Nor are we here to barter. We are here to extend our hand to build peace and harmony," he said.

The property developer also denied any deal had been reached.

"The Muslim community center called Park51 in lower Manhattan is not being moved," said a statement issued by SoHo Properties that was obtained by ABC News. "The project will proceed as planned."

Imam Muhammad Musri, president of the Islamic Society of Central Florida, appeared with Jones at his news conference but later hastened to say he had never given any guarantee that the Park51 Islamic center would be moved. Jones, however, stuck to his assertion that the New York imam had promised to move the mosque.

"I was told exactly the imam would move the mosque from ground zero," Jones said. "I have his word he will move the mosque to a different location."

Later in the evening, Jones said he was reconsidering the move to call off the Quran-burning event. He did not say when he would announce a final decision.

Jones, the author of a book called "Islam Is of the Devil," had never previously cited the New York Islamic center as a reason for Quran burning.

Meanwhile, real estate mogul Donald Trump said he had offered $6 million to buy out a major investor in the planned Park51 Islamic center -- 25 percent over the $4.8 million purchase price of the location, the New York Daily News said.


Sponsored Links"I am making this offer as a resident of New York and citizen of the United States, not because I think the location is a spectacular one (because it is not), but because it will end a very serious, inflammatory, and highly divisive situation that is destined, in my opinion, to only get worse," Trump told the investor in a letter released by his publicist.

The investor, Hisham Elzanaty, rejected the offer. "This is just a cheap attempt to get publicity and get in the limelight," said his attorney, Wolodymyr Starosolsky, according to The Associated Press.

Opponents of the Islamic center say it is unfair to families whose loved ones died on 9/11 to locate a mosque so close to the World Trade Center, where Muslim extremists flew hijacked planes into the twin towers. Others, including President Obama and New York Mayor Michael Bloomberg, say it would be un-American to try to stop any religious group from building a house of worship.

Sumber: http://www.aolnews.com

SURAT CINTA dari ALLAH SWT


Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun
hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur
kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi
dalam hidupmu hari ini atau kemarin ……

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi bekerja …….

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan
menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk ………

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima
belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU
Melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berfikir
engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari
ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk
mendengarkan kabar terbaru.

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU
menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua
kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk
mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat
meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara
dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap
rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak
melakukannya …….

masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau
akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang
kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus
kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau
menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg
ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat
engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi
kembali kau tidak berbicara kepadaKU ………

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah
mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau
melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun
namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu
hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar
terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap
hari AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau
syukur dari hatimu.

Keesokan harinya …… engkau bangun kembali dan
kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini
kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU
…….. Tapi yang KU tunggu …….. tak kunjung tiba
…….. tak juga kau menyapaKU.

Subuh …….. Dzuhur ……. Ashyar ………. Magrib
……… Isya dan Subuh kembali, kau masih
mengacuhkan AKU ….. tak ada sepatah kata, tak ada
seucap do’a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan
keinginan untuk bersujud kepadaKU ……….

Apa salahKU padamu ……. wahai UmmatKU????? Rizki
yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta
yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak
yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat
kepadaKU ………… !!!!!!! Percayalah AKU selalu
mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau
akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud
menghadap KU …… Yang selalu menyertaimu setiap
saat ………


Bersama Om Hendy Damanik
Oleh: Fakhri

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun
hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur
kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi
dalam hidupmu hari ini atau kemarin ……

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi bekerja …….

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan
menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk ………

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima
belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU
Melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berfikir
engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari
ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk
mendengarkan kabar terbaru.

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU
menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua
kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk
mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat
meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara
dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap
rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak
melakukannya …….

masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau
akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang
kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus
kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau
menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg
ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat
engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi
kembali kau tidak berbicara kepadaKU ………

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah
mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau
melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun
namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu
hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar
terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap
hari AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau
syukur dari hatimu.

Keesokan harinya …… engkau bangun kembali dan
kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini
kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU
…….. Tapi yang KU tunggu …….. tak kunjung tiba
…….. tak juga kau menyapaKU.

Subuh …….. Dzuhur ……. Ashyar ………. Magrib
……… Isya dan Subuh kembali, kau masih
mengacuhkan AKU ….. tak ada sepatah kata, tak ada
seucap do’a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan
keinginan untuk bersujud kepadaKU ……….

Apa salahKU padamu ……. wahai UmmatKU????? Rizki
yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta
yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak
yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat
kepadaKU ………… !!!!!!! Percayalah AKU selalu
mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau
akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud
menghadap KU …… Yang selalu menyertaimu setiap
saat ………


Bersama Om Hendy Damanik
Oleh: Fakhri

Sep 9, 2010

Telaga Ramadhan


Rasulullah SAW. berkata, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Selama satu bulan penuh umat Islam menjalankan ibadah shaum (puasa) Ramadhan, menahan hawa nafsu dari haus dan lapar. Namun dibalik itu semua, shaum Ramadhan tidak hanya menahan haus dan lapar saja tapi juga menahan nafsu dari perbuatan yang mungkar, yang tidak diridhoi Allah SWT sehingga mengurangi dan menggugurkan nilai puasa. Rasulullah SAW. bersabda, “Bukanlah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

Ibadah shaum di bulan Ramadhan juga menjadi sebuah tantangan bagi umat Islam dalam mempertahankan keimanannya, menunjukkan ketaatannya kepada Sang Khalik dan juga tantangan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah-ibadah sunnahnya. Apa lagi bagi umat Islam yang pertama kali menjalani ibadah shaum Ramadhan di negara non-Muslim seperti Australia dan negara-negara non-Muslim lainnya, mempertahankan ibadah shaum menjadi sebuah tantangan tersendiri. Namun bagi umat Islam yang ikhlas dan sabar akan menjalani ibadah ini dengan sebaik-baiknya karena bekal iman yang kuat dalam diri merekalah yang menjadi pondasi keikhlasan dan kesabaran itu.

Pahala dan balasan Allah swt. bagi orang-orang yang berpuasa adalah besar dan tiada terhitung. Salah satu janji Allah SWT. adalah tersedianya pintu surga Ar-Rayan yang tersedia khusus untuk orang-orang yang berpuasa. Selain itu, bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Ditambah lagi keistimewaan bulan Ramadhan lainnya adalah adanya malam Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah dan pahala ibadahnya sama dengan ibadah seribu bulan. Rasulullah SAW. menyuruh kita mencari malam Lailatul Qadar ini di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan karena Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu dan menghidupkan ibadah-ibadah sunnah yang mana pahalanya sama dengan ibadah wajib. Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah dan taubat karena pintau taubat dan ampunan terbuka lebar bagi hamba-hambaNya.

Bagaikan sebuah telaga di padang pasir yang tandus, bulan Ramadhan ibarat pelepas dahaga dalam kekeringan. Telaga yang yang menyejukkan hati dan jiwa yang kering, telaga tempat pensucian diri di tengah hiruk pikuk perkara dunia yang mengeringkan iman, mensucikan diri dari daki-daki dosa dan telaga Ramadhan menjadi telaga Maghfirah (ampunan) bagi hamba-hambaNya yang bertakwa.

Walaupun telaga Ramadhan telah berlalu namun wanginya akan tetap semerbak dalam hati. Latihan menahan hawa nafsu selama satu bulan harus bisa menjadikan kita generasi Muslim yang makin bertaqwa kepada Allah SWT dan kita kembali ke fitrah. Dan terakhir ijinkan saya mengucapkan: Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1431 H, Taqabbalallaahu Minna wa Minkum wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin wal Faizin” yang artinya semoga Allah swt. menerima amalan-amalan yang telah saya dan anda kerjakan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan orang-orang yang mendapatkan kemenangan”. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan yang akan datang. Amiin.

Rasulullah SAW. berkata, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Selama satu bulan penuh umat Islam menjalankan ibadah shaum (puasa) Ramadhan, menahan hawa nafsu dari haus dan lapar. Namun dibalik itu semua, shaum Ramadhan tidak hanya menahan haus dan lapar saja tapi juga menahan nafsu dari perbuatan yang mungkar, yang tidak diridhoi Allah SWT sehingga mengurangi dan menggugurkan nilai puasa. Rasulullah SAW. bersabda, “Bukanlah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

Ibadah shaum di bulan Ramadhan juga menjadi sebuah tantangan bagi umat Islam dalam mempertahankan keimanannya, menunjukkan ketaatannya kepada Sang Khalik dan juga tantangan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah-ibadah sunnahnya. Apa lagi bagi umat Islam yang pertama kali menjalani ibadah shaum Ramadhan di negara non-Muslim seperti Australia dan negara-negara non-Muslim lainnya, mempertahankan ibadah shaum menjadi sebuah tantangan tersendiri. Namun bagi umat Islam yang ikhlas dan sabar akan menjalani ibadah ini dengan sebaik-baiknya karena bekal iman yang kuat dalam diri merekalah yang menjadi pondasi keikhlasan dan kesabaran itu.

Pahala dan balasan Allah swt. bagi orang-orang yang berpuasa adalah besar dan tiada terhitung. Salah satu janji Allah SWT. adalah tersedianya pintu surga Ar-Rayan yang tersedia khusus untuk orang-orang yang berpuasa. Selain itu, bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Ditambah lagi keistimewaan bulan Ramadhan lainnya adalah adanya malam Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah dan pahala ibadahnya sama dengan ibadah seribu bulan. Rasulullah SAW. menyuruh kita mencari malam Lailatul Qadar ini di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan karena Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu dan menghidupkan ibadah-ibadah sunnah yang mana pahalanya sama dengan ibadah wajib. Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah dan taubat karena pintau taubat dan ampunan terbuka lebar bagi hamba-hambaNya.

Bagaikan sebuah telaga di padang pasir yang tandus, bulan Ramadhan ibarat pelepas dahaga dalam kekeringan. Telaga yang yang menyejukkan hati dan jiwa yang kering, telaga tempat pensucian diri di tengah hiruk pikuk perkara dunia yang mengeringkan iman, mensucikan diri dari daki-daki dosa dan telaga Ramadhan menjadi telaga Maghfirah (ampunan) bagi hamba-hambaNya yang bertakwa.

Walaupun telaga Ramadhan telah berlalu namun wanginya akan tetap semerbak dalam hati. Latihan menahan hawa nafsu selama satu bulan harus bisa menjadikan kita generasi Muslim yang makin bertaqwa kepada Allah SWT dan kita kembali ke fitrah. Dan terakhir ijinkan saya mengucapkan: Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1431 H, Taqabbalallaahu Minna wa Minkum wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin wal Faizin” yang artinya semoga Allah swt. menerima amalan-amalan yang telah saya dan anda kerjakan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan orang-orang yang mendapatkan kemenangan”. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan yang akan datang. Amiin.

Even Pastor’s Old Church Condemns Quran-Burning





Eventhough Jones is willing to burn Qur'an, there is a feeling of scare inside of him as he mentions the increasing number of Moslems in England, Germany and other countries.

It's increasingly looking as though the only spiritual or political figure who will not denounce Florida pastor Terry Jones' plan to commemorate Sept. 11 by burning copies of the Quran is Jones himself. Wednesday brings the news that even the church Jones founded in Germany in the 1980s is condemning the upcoming Quran-burning at his small place of worship in Gainesville, Fla.

"We are surprised and shocked at the extreme radicalism being displayed [by Jones] right now on this issue," Stephan Baar of the Christian Community of Cologne told the Associated Press. The 60-member church kicked out Jones in 2008. Jones' estranged daughter says the eviction arose from her father's reported penchant for dipping into the church's till to pay his own expenses.

Jones' wish to burn hundreds of copies of the Islamic holy book has drawn a wide chorus of protests. Gen. David Petraeus said on Monday the action could hurt U.S. troops, while hundreds of Afghans protested in Kabul and burned Jones in effigy. The Gainesville Fire Department has denied Jones a permit for the event -- but the pastor says he plans to go ahead with it anyway.

Indeed, so many high-profile people have spoken out against the plan that they may now outnumber the fringe church's 50-member congregation, raising the question of whether the condemnations are magnifying the cause of a very small group of extremists.

Here's a partial list of people who have condemned the planned bonfire:

"It could endanger troops and it could endanger the overall effort," top commander in Afghanistan Gen. David Petraeus told the media. "It is precisely the kind of action the Taliban uses and could cause significant problems.
As "an act of patriotism," the media should not cover the burning, Secretary of State Hillary Clinton said. She also said, "It's regrettable that a pastor in Gainesville, Florida, with a church of no more than 50 people can make this outrageous and distressful, disgraceful plan, and get the world's attention":
The terrorist attacks of 9/11, says the Vatican, "cannot be counteracted by an outrageous and grave gesture against a book considered sacred by a religious community."
Attorney General Eric Holder called the plan "idiotic and dangerous."

"I do not think well of the idea of burning anybody's Koran, Bible, Book of Mormon or anything else," Mississippi Gov. Haley Barbour told reporters. "I don't think there is any excuse for it. I don't think it's a good idea."
"Any type of activity like that that puts our troops in harm's way would be a concern," White House spokesman Robert Gibbs said Tuesday.
"I appeal to people who are planning to burn the Quran to reconsider and drop their plans because they are inconsistent with American values and, as General Petraeus has warned, threatening to America's military," Connecticut Sen. Joe Lieberman said in a statement.

House Minority Leader John Boehner spoke out against the event, comparing it to the planned Islamic center near Ground Zero. "Well, listen, I just think it's not wise to do this in the face of what our country represents. ... Just because you have the right to do something in America, doesn't mean it's the right thing to do."

New York Mayor Michael Bloomberg called it "boneheaded and wrong" but said the protesters are protected by the First Amendment. "He has a right to do it," he said.

Actress Angelina Jolie spoke out against the plan while visiting Pakistan to raise awareness about the devastating floods. "I have hardly the words that somebody would do that to somebody's religious book," she said.

By: Liz Goodwin
http://news.yahoo.com




Eventhough Jones is willing to burn Qur'an, there is a feeling of scare inside of him as he mentions the increasing number of Moslems in England, Germany and other countries.

It's increasingly looking as though the only spiritual or political figure who will not denounce Florida pastor Terry Jones' plan to commemorate Sept. 11 by burning copies of the Quran is Jones himself. Wednesday brings the news that even the church Jones founded in Germany in the 1980s is condemning the upcoming Quran-burning at his small place of worship in Gainesville, Fla.

"We are surprised and shocked at the extreme radicalism being displayed [by Jones] right now on this issue," Stephan Baar of the Christian Community of Cologne told the Associated Press. The 60-member church kicked out Jones in 2008. Jones' estranged daughter says the eviction arose from her father's reported penchant for dipping into the church's till to pay his own expenses.

Jones' wish to burn hundreds of copies of the Islamic holy book has drawn a wide chorus of protests. Gen. David Petraeus said on Monday the action could hurt U.S. troops, while hundreds of Afghans protested in Kabul and burned Jones in effigy. The Gainesville Fire Department has denied Jones a permit for the event -- but the pastor says he plans to go ahead with it anyway.

Indeed, so many high-profile people have spoken out against the plan that they may now outnumber the fringe church's 50-member congregation, raising the question of whether the condemnations are magnifying the cause of a very small group of extremists.

Here's a partial list of people who have condemned the planned bonfire:

"It could endanger troops and it could endanger the overall effort," top commander in Afghanistan Gen. David Petraeus told the media. "It is precisely the kind of action the Taliban uses and could cause significant problems.
As "an act of patriotism," the media should not cover the burning, Secretary of State Hillary Clinton said. She also said, "It's regrettable that a pastor in Gainesville, Florida, with a church of no more than 50 people can make this outrageous and distressful, disgraceful plan, and get the world's attention":
The terrorist attacks of 9/11, says the Vatican, "cannot be counteracted by an outrageous and grave gesture against a book considered sacred by a religious community."
Attorney General Eric Holder called the plan "idiotic and dangerous."

"I do not think well of the idea of burning anybody's Koran, Bible, Book of Mormon or anything else," Mississippi Gov. Haley Barbour told reporters. "I don't think there is any excuse for it. I don't think it's a good idea."
"Any type of activity like that that puts our troops in harm's way would be a concern," White House spokesman Robert Gibbs said Tuesday.
"I appeal to people who are planning to burn the Quran to reconsider and drop their plans because they are inconsistent with American values and, as General Petraeus has warned, threatening to America's military," Connecticut Sen. Joe Lieberman said in a statement.

House Minority Leader John Boehner spoke out against the event, comparing it to the planned Islamic center near Ground Zero. "Well, listen, I just think it's not wise to do this in the face of what our country represents. ... Just because you have the right to do something in America, doesn't mean it's the right thing to do."

New York Mayor Michael Bloomberg called it "boneheaded and wrong" but said the protesters are protected by the First Amendment. "He has a right to do it," he said.

Actress Angelina Jolie spoke out against the plan while visiting Pakistan to raise awareness about the devastating floods. "I have hardly the words that somebody would do that to somebody's religious book," she said.

By: Liz Goodwin
http://news.yahoo.com

Sep 8, 2010

Kesaksian Kitab Syi'ah, Kenapa Orang Syi'ah Melaknat Abu Bakar Shidiq?

Makam Abu Bakar As-shiddiq

Oleh: Badrul Tamam

Para berita yang diposting VOA-ISLAM.COM pada Rabu (1September 2010) dilaporkan bahwa pengadilan Syariah di Madinah, Arab Saudi menvonis seorang pengikut Syi�ah berkewarganegaraan Iran dengan hukuman empat bulan penjara dan dicambuk sebanyak 150 kali karena telah berani melaknat Abu Bakar al-Shiddiq dengan terang-terangan. Dia �telah melakukan kejahatan dengan mengangkat sepatunya ke atas makam Abu Bakar al-Shiddiq radliyallaahu 'anhu, lalu mengucapkan kata-kata sumpah serapah dengan kutukan (laknat) terhadap orang terbaik dari umat ini sesudah Nabinya.

Sesungguhnya kebencian Syi�ah kepada para sahabat Nabi, khususnya Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan lainnya tidaklah diragukan lagi. Dengan berbagai alasan yang mereka buat-buat, mereka berani melawan ketetapan Al-Qur�an yang telah jelas-jelas memuliakan mereka. Al-Qur�an menerangkan bahwa Allah telah meridlai mereka, menjanjikan surga-Nya bagi mereka, dan menyatakan dengan gamlang bahwa mereka sebagai umat yang mulia, Allah Ta�ala berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

�Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.� (QS. Al-Taubah: 100)

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

�Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).� (QS. Al-Fath: 18)

Dalam ayat lain, Allah memuji para sahabat Nabi yang telah masuk Islam sebelum Fathu Makkah, begitu juga yang masuk Islam sesudahnya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa yang masuk Islam sebelum Fathu Makkah lebih baik dan lebih utama, namun semuanya dijanjikan kebaikan.

لَا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ أُولَئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

�Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.� (QS. Al-Hadid: 10)

Lebih luas lagi, Allah memuji seluruh sahabat beliau dari kalangan Muhajirin dan Anshar secara keseluruhan. Kemudian Dia menjelaskan bahwa orang-orang beriman sesudah mereka adalah orang-orang yang senantiasa mendoakan kebaikan untuk mereka dan memintakan ampun untuk mereka. Bukan orang-orang� yang melaknat dan mencela mereka di pagi dan sore hari sebagaimana firman Allah Ta�ala:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

�Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".� (QS. Al-Hasyr: 10)

Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi dan utusan-Nya dalam menyebarkan risalah Islam. Mereka berjuang bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dengan mengorbankan jiwa raga sehingga Allah memanggil kembali utusan-Nya. Dan tidaklah Islam tersebar ke penjuru dunia kecuali juga melalui mereka. Karenanya sangat pantas setiap orang Islam untuk mendoakan kebaikan dan memintakan ampun untuk mereka.

Memang di antara mereka ada yang melakukan kesalahan karena pribadi mereka memang tidak maksum dari dosa. Tetapi satu hal yang harus diingat bahwa mereka memiliki kebaikan yang sangat banyak. Bahkan kesabaran dan keteguhannya dalam beriman� bersama Nabi serta menolong beliau sudah cukup untuk menebus kesalahan-kesalahan tersebut. Karenanya, kesalahan mereka lebih berhak dimaafkan dan diampuni oleh Allah daripada kesalahan bapak-dan ibu kita. Dan inilah madhab Ahlus Sunnah wal Jama�ah.

Hal ini sangat berbeda dengan keyakinan Aqidah Syi�ah yang menjadikan laknat dan cela atas sahabat sebagai sarana meningkatkan keimanan yang seolah-olah mereka diciptakan untuk mencela. Dalam aqidah Syi�ah, mencaci dan menghina sahabat menjadi tiket utama untuk masuk ke dalam surga. Dan terhadap orang-orang yang mencintai sahabat Nabi, Syi�ah mengkafirkan dan menghalalkan darahnya.

Keyakinan Aqidah Syi�ah: Menjadikan laknat dan cela atas sahabat sebagai sarana meningkatkan keimanan yang seolah-olah mereka diciptakan untuk mencela.
Ni�matullah al-Jazairi (seorang ulama Syi�ah) dalam kitabnya Al-Anwar al-Nu�maniyah, II/307 menukilkan sebuah riwayat dari al-Shaduq, ia bertanya kepada Abu Abdillah, �Apa pendapat Anda tentang membunuh seorang Nashib (Ahlus Sunnah)?� Ia menjawab, �Darahnya halal (boleh membunuhnya), tapi aku khawatir atas keselamatan kamu. Jika kamu bisa, robohkan dinding atasnya atau kamu tengelamkan dia ke dalam air suapay tidak bisa memberikan kesaksian (yang memberatkan) atasmu, maka lakukanlah.� Aku bertanya lagi, �Apa pendapat Anda dalam hartanya?� Ia menjawab, �Ambillah hartanya semampumu.�

Berikut ini kami nukilkan beberapa keterangan tentang aqidah Syi�ah terhadap para sahabat Nabi, khususnya Abu Bakar ash-Shiddiq radliyallaahu 'anhu dalam kitab-kitab mereka:

1. Muhammad al-Tuursiirkani, dalam kitabnya La-aliul Akhbar, IV/92 menyebutkan doa-doa yang berisi laknat terhadap Abu Bakar, Umar, dan sahabat lainnya serta istri-istri Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam. �Ya Allah� laknatlah Umar, lalu Abu Bakar dan Umar, lalu Ustman dan Umar, lalu Mu�awiyah dan Umar, lalu Yazid dan Umar, lalu Ibnu Ziyad dan Umar, lalu Ibnu Sa�ad dan Umar, lalu bala tentaranya dan Umar. Ya Allah, laknatlah Aisyah, Hafshah, Hindun, Ummu Hakam, dan laknatlah orang-orang yang ridla dengan perbuatan mereka hingga hari kiamat.�

2. Ahmad al-Ahsa�i dalam kitabnya al-Raj�ah, hal. 12, ketika menjelaskan tentang perjalanan Imam Mahdi, bahwa Imam dia (Imam Mahdi) akan menegakkan had atas Abu Bakar dan Umar serta �Aisyah. Dan dikatakan,

فَإِذَا أَتَى الْمَدِيْنَةَ أَخْرَجَ اللاتَ وَالْعُزَّى فَأَخْرَقَهُمَا

�Dan apabila dia memasuki Madinah, dia akan mengeluarkan berhala Lata dan Uzza, lalu membakarnya.� (yang dimaksud Lata dan Uzza di sini adalah Abu Bakar dan Umar).

3. Ni�matullah al Jazairi dalam kitabnya al-Anwar al-Nu�maniyah, III/53 menfitnah Abu Bakar radliyallaahu 'anhu telah bersujud kepada berhala.

وَلَا تَعْجَبْ مِنْ هَذَا الْحَدِيْثِ فَإِنَّهُ قَدْ رُوِيَ فِي الْأَحْبَارِ الخَّاصَّةِ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ كَانَ يُصَلِّي خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ وَالصَّنَمُ مُعَلَّقٌ فِي عُنُقِهِ، وَسُجُوْدُهُ لَهُ

�Dan janganlah heran dengan hadits ini, karena sesungguhnya telah diriwayatkan dalam beberapa hadits khusus bahwa Abu Bakar pernah shalat di belakang Rasulullah sambil mengalungkan berhala di lehernya, dan sujudnya itu kepada berhala.�

4. Ali al-Hara-iri dalam kitabnya Ilzam al-Nashib fii Itsbaat al-Hujjah al-Ghaib, II/266 menyebut Abu Bakar dan Umar sebagai Fir�aun dan Hamman.

�Al-Mufadhall bertanya, �Wahai tuanku, siapakah Fir�aun dan Hamman itu?� Sang Imam menjawab, �Abu Bakar dan Umar�.� (Kalau memang ini benar, kenapa Rasulullah tidak pernah menjelaskan semua ini, padahal beliau dibimbing oleh wahyu? Apakah para Imam Syi�ah lebih pintar dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam.-penulis)

5. Al-Kaf�ami dalam kitabnya al-Mishbah, hal. 552 menyebutkan doa yang berisi laknat terhadap Abu Bakar dan Umar yang dinamakan dengan Doa Shanamai Quraisy (Doa atas dua berhala Quraisy). Dia menyebutkan bahwa doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radliyallaahu 'anhu.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَالْعَنْ صَنَمَيْ قُرَيْشٍ وَجِبْتَيْهَا وَطَاغُوْتَيْهَا وَإِفْكَيْهَا وَابْنَتَيْهِمَا اللَّذَيْنِ خَالَفَا أَمْرَكَ وَأَنْكَرَ وَحْيَكَ

�Ya Allah limpahkan shalawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, dan laknatlah dua berhala Quraiys, dan kedua jibt dan thaghutnya (maksudnya: syetan yang disembah selain Allah-Pent), kedua tukang dustanya, dan kedua putrinya yang telah menyelisihi perintah-Mu dan mengingkari wahyu-Mu.. . . (dan seterusnya yang berisi penghinaan dan laknat atau kutukan atas keduanya).

6. Yusuf al-Bahrani dalam Lu�luah al Bahraini, yang ditahqiq oleh Sayyid Muhammad Bahr al-�Ulum, hal 133 menyebutkan bahwa syaikh/ulama mereka kerjaannya melaknat dan mencaci Syaikhaini (Abu Bakar dan Umar) serta orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan terang-terangan. Ini menjadi kegemaran dan kebiasaannya.

7. Al-Majlisi dalam kitabnya Mir�ah al-�Uqul, Juz 26, hal. 488 meneyebutkan riwayat dari Abu Abdillah tentang tafsir QS. Al-Fushilat: 29:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا رَبَّنَا أَرِنَا الَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ الْأَسْفَلِينَ

�Dan orang-orang kafir berkata: "Ya Tuhan kami perlihatkanlah kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina".�

Dia (Abu Abdillah) berkata, �keduanya.� Kemudian berkata, �Dan si fulan adalah syetan.�

Maksud perkataan Abu Abdillah, �keduanya� adalah Abu Bakar dan Umar. Sedangkan �fulan� adalah Umar, yaitu jin yang disebutkan dalam ayat adalah Umar. Dan dinamakan dengannya karena dia itu syetan, baik karena dia itu sekutu syetan karena termasuk anak zina atau dia suka berbuat makar dan menipu sebagaimana syetan. Ada penafsiran lain, bahwa maksud fulan adalah Abu Bakar. (Maka perhatikan dengan seksama, apakah mungkin Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam rela menikahi putri seorang yang memiliki sifat seperti ini? kedustaan Syi�ah sudah tidak bisa dimaafkan lagi,- Redaksi)

8. Al-Majlisi dalam Bihar al Anwar hal 235: menuliskan kalimat laknat atas� Abu Bakar dan menggolongkannya sebagai sabagai salah satu Ahli Tabut yang akan kekal dalam kerak api neraka bersama Fir�aun dan lainnya.

9. Muhammad bin Umar al-Kasyi, dalam kitabnya Rijal al-Kasyi, 61: Dari Abu Ja�far 'alaihis salam, bahwa Muhammad bin Abi Bakar membai�at Ali 'alaihis salam untuk berlepas diri dari bapaknya karena dia kafir. Dalam riwayat lain dia (Muhammad bin Abu Bakar) menyatakan bahwa bapaknya di neraka.

10.� �Muhammad bin Ya�kub al-Kulaini dalam kitabnya al-Ushul min al-Kaafi, kitab al Hujjah, I/373, hadits no. 4, menukilkan sebuah riwayat yang disandarkan kepada Abu Abdillah: �Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak akan disucikan, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang mengaku berhak imamah dari Allah yang bukan haknya, dan orang yang menentang imamah dari Allah, dan orang yang meyakini bahwa mereka berdua (Abu Bakar dan Umar) termasuk orang Islam.�

Dari penulis: Dari kitab-kitab yang menjadi rujukan sekte syiah di atas membuktikan bahwa orang Syi�ah telah mengafirkan sahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam yang mulia, yaitu Abu Bakar al-Shiddiq dan Umar bin al-Khathab. Mereka� memandang baik perbuatan mencela dan mengutuk serta melaknat kedunya. Padahal Ahlus Sunnah meyakini keduanya sebagai manusia termulia sesudah Nabinya. Karenanya yang dilakkan oleh seorang pengikut Syi�ah dari Iran di makam Abu Bakar merupakan dorongan dari aqidahnya. Sedangkan yang disembunyikan dalam hati mereka lebih besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآَيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

�Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.� (QS. Ali Imran: 118)

Dengan demikian upaya Taqrib antara Ahlus Sunnah dan Syi�ah tidak mungkin tewujud dengan baik dan sesuai dengan tuntunan Al-Qur�an dan Sunnah sebelum kaum Syi�ah meninggalkan ajaran-ajaranya yang batil, di antaranya mencaci, mengutuk, dan mengafirkan mayoritas sahabat Nabi, lalu menuju pemahaman Islam yang telah diamalkan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya. Wallahu Ta�ala A�lam. (PurWD/voa-islam.com)
Makam Abu Bakar As-shiddiq

Oleh: Badrul Tamam

Para berita yang diposting VOA-ISLAM.COM pada Rabu (1September 2010) dilaporkan bahwa pengadilan Syariah di Madinah, Arab Saudi menvonis seorang pengikut Syi�ah berkewarganegaraan Iran dengan hukuman empat bulan penjara dan dicambuk sebanyak 150 kali karena telah berani melaknat Abu Bakar al-Shiddiq dengan terang-terangan. Dia �telah melakukan kejahatan dengan mengangkat sepatunya ke atas makam Abu Bakar al-Shiddiq radliyallaahu 'anhu, lalu mengucapkan kata-kata sumpah serapah dengan kutukan (laknat) terhadap orang terbaik dari umat ini sesudah Nabinya.

Sesungguhnya kebencian Syi�ah kepada para sahabat Nabi, khususnya Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan lainnya tidaklah diragukan lagi. Dengan berbagai alasan yang mereka buat-buat, mereka berani melawan ketetapan Al-Qur�an yang telah jelas-jelas memuliakan mereka. Al-Qur�an menerangkan bahwa Allah telah meridlai mereka, menjanjikan surga-Nya bagi mereka, dan menyatakan dengan gamlang bahwa mereka sebagai umat yang mulia, Allah Ta�ala berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

�Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.� (QS. Al-Taubah: 100)

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

�Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).� (QS. Al-Fath: 18)

Dalam ayat lain, Allah memuji para sahabat Nabi yang telah masuk Islam sebelum Fathu Makkah, begitu juga yang masuk Islam sesudahnya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa yang masuk Islam sebelum Fathu Makkah lebih baik dan lebih utama, namun semuanya dijanjikan kebaikan.

لَا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ أُولَئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

�Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.� (QS. Al-Hadid: 10)

Lebih luas lagi, Allah memuji seluruh sahabat beliau dari kalangan Muhajirin dan Anshar secara keseluruhan. Kemudian Dia menjelaskan bahwa orang-orang beriman sesudah mereka adalah orang-orang yang senantiasa mendoakan kebaikan untuk mereka dan memintakan ampun untuk mereka. Bukan orang-orang� yang melaknat dan mencela mereka di pagi dan sore hari sebagaimana firman Allah Ta�ala:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

�Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".� (QS. Al-Hasyr: 10)

Allah telah memilih mereka untuk menemani Nabi dan utusan-Nya dalam menyebarkan risalah Islam. Mereka berjuang bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dengan mengorbankan jiwa raga sehingga Allah memanggil kembali utusan-Nya. Dan tidaklah Islam tersebar ke penjuru dunia kecuali juga melalui mereka. Karenanya sangat pantas setiap orang Islam untuk mendoakan kebaikan dan memintakan ampun untuk mereka.

Memang di antara mereka ada yang melakukan kesalahan karena pribadi mereka memang tidak maksum dari dosa. Tetapi satu hal yang harus diingat bahwa mereka memiliki kebaikan yang sangat banyak. Bahkan kesabaran dan keteguhannya dalam beriman� bersama Nabi serta menolong beliau sudah cukup untuk menebus kesalahan-kesalahan tersebut. Karenanya, kesalahan mereka lebih berhak dimaafkan dan diampuni oleh Allah daripada kesalahan bapak-dan ibu kita. Dan inilah madhab Ahlus Sunnah wal Jama�ah.

Hal ini sangat berbeda dengan keyakinan Aqidah Syi�ah yang menjadikan laknat dan cela atas sahabat sebagai sarana meningkatkan keimanan yang seolah-olah mereka diciptakan untuk mencela. Dalam aqidah Syi�ah, mencaci dan menghina sahabat menjadi tiket utama untuk masuk ke dalam surga. Dan terhadap orang-orang yang mencintai sahabat Nabi, Syi�ah mengkafirkan dan menghalalkan darahnya.

Keyakinan Aqidah Syi�ah: Menjadikan laknat dan cela atas sahabat sebagai sarana meningkatkan keimanan yang seolah-olah mereka diciptakan untuk mencela.
Ni�matullah al-Jazairi (seorang ulama Syi�ah) dalam kitabnya Al-Anwar al-Nu�maniyah, II/307 menukilkan sebuah riwayat dari al-Shaduq, ia bertanya kepada Abu Abdillah, �Apa pendapat Anda tentang membunuh seorang Nashib (Ahlus Sunnah)?� Ia menjawab, �Darahnya halal (boleh membunuhnya), tapi aku khawatir atas keselamatan kamu. Jika kamu bisa, robohkan dinding atasnya atau kamu tengelamkan dia ke dalam air suapay tidak bisa memberikan kesaksian (yang memberatkan) atasmu, maka lakukanlah.� Aku bertanya lagi, �Apa pendapat Anda dalam hartanya?� Ia menjawab, �Ambillah hartanya semampumu.�

Berikut ini kami nukilkan beberapa keterangan tentang aqidah Syi�ah terhadap para sahabat Nabi, khususnya Abu Bakar ash-Shiddiq radliyallaahu 'anhu dalam kitab-kitab mereka:

1. Muhammad al-Tuursiirkani, dalam kitabnya La-aliul Akhbar, IV/92 menyebutkan doa-doa yang berisi laknat terhadap Abu Bakar, Umar, dan sahabat lainnya serta istri-istri Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam. �Ya Allah� laknatlah Umar, lalu Abu Bakar dan Umar, lalu Ustman dan Umar, lalu Mu�awiyah dan Umar, lalu Yazid dan Umar, lalu Ibnu Ziyad dan Umar, lalu Ibnu Sa�ad dan Umar, lalu bala tentaranya dan Umar. Ya Allah, laknatlah Aisyah, Hafshah, Hindun, Ummu Hakam, dan laknatlah orang-orang yang ridla dengan perbuatan mereka hingga hari kiamat.�

2. Ahmad al-Ahsa�i dalam kitabnya al-Raj�ah, hal. 12, ketika menjelaskan tentang perjalanan Imam Mahdi, bahwa Imam dia (Imam Mahdi) akan menegakkan had atas Abu Bakar dan Umar serta �Aisyah. Dan dikatakan,

فَإِذَا أَتَى الْمَدِيْنَةَ أَخْرَجَ اللاتَ وَالْعُزَّى فَأَخْرَقَهُمَا

�Dan apabila dia memasuki Madinah, dia akan mengeluarkan berhala Lata dan Uzza, lalu membakarnya.� (yang dimaksud Lata dan Uzza di sini adalah Abu Bakar dan Umar).

3. Ni�matullah al Jazairi dalam kitabnya al-Anwar al-Nu�maniyah, III/53 menfitnah Abu Bakar radliyallaahu 'anhu telah bersujud kepada berhala.

وَلَا تَعْجَبْ مِنْ هَذَا الْحَدِيْثِ فَإِنَّهُ قَدْ رُوِيَ فِي الْأَحْبَارِ الخَّاصَّةِ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ كَانَ يُصَلِّي خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ وَالصَّنَمُ مُعَلَّقٌ فِي عُنُقِهِ، وَسُجُوْدُهُ لَهُ

�Dan janganlah heran dengan hadits ini, karena sesungguhnya telah diriwayatkan dalam beberapa hadits khusus bahwa Abu Bakar pernah shalat di belakang Rasulullah sambil mengalungkan berhala di lehernya, dan sujudnya itu kepada berhala.�

4. Ali al-Hara-iri dalam kitabnya Ilzam al-Nashib fii Itsbaat al-Hujjah al-Ghaib, II/266 menyebut Abu Bakar dan Umar sebagai Fir�aun dan Hamman.

�Al-Mufadhall bertanya, �Wahai tuanku, siapakah Fir�aun dan Hamman itu?� Sang Imam menjawab, �Abu Bakar dan Umar�.� (Kalau memang ini benar, kenapa Rasulullah tidak pernah menjelaskan semua ini, padahal beliau dibimbing oleh wahyu? Apakah para Imam Syi�ah lebih pintar dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam.-penulis)

5. Al-Kaf�ami dalam kitabnya al-Mishbah, hal. 552 menyebutkan doa yang berisi laknat terhadap Abu Bakar dan Umar yang dinamakan dengan Doa Shanamai Quraisy (Doa atas dua berhala Quraisy). Dia menyebutkan bahwa doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radliyallaahu 'anhu.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَالْعَنْ صَنَمَيْ قُرَيْشٍ وَجِبْتَيْهَا وَطَاغُوْتَيْهَا وَإِفْكَيْهَا وَابْنَتَيْهِمَا اللَّذَيْنِ خَالَفَا أَمْرَكَ وَأَنْكَرَ وَحْيَكَ

�Ya Allah limpahkan shalawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, dan laknatlah dua berhala Quraiys, dan kedua jibt dan thaghutnya (maksudnya: syetan yang disembah selain Allah-Pent), kedua tukang dustanya, dan kedua putrinya yang telah menyelisihi perintah-Mu dan mengingkari wahyu-Mu.. . . (dan seterusnya yang berisi penghinaan dan laknat atau kutukan atas keduanya).

6. Yusuf al-Bahrani dalam Lu�luah al Bahraini, yang ditahqiq oleh Sayyid Muhammad Bahr al-�Ulum, hal 133 menyebutkan bahwa syaikh/ulama mereka kerjaannya melaknat dan mencaci Syaikhaini (Abu Bakar dan Umar) serta orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan terang-terangan. Ini menjadi kegemaran dan kebiasaannya.

7. Al-Majlisi dalam kitabnya Mir�ah al-�Uqul, Juz 26, hal. 488 meneyebutkan riwayat dari Abu Abdillah tentang tafsir QS. Al-Fushilat: 29:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا رَبَّنَا أَرِنَا الَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ الْأَسْفَلِينَ

�Dan orang-orang kafir berkata: "Ya Tuhan kami perlihatkanlah kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina".�

Dia (Abu Abdillah) berkata, �keduanya.� Kemudian berkata, �Dan si fulan adalah syetan.�

Maksud perkataan Abu Abdillah, �keduanya� adalah Abu Bakar dan Umar. Sedangkan �fulan� adalah Umar, yaitu jin yang disebutkan dalam ayat adalah Umar. Dan dinamakan dengannya karena dia itu syetan, baik karena dia itu sekutu syetan karena termasuk anak zina atau dia suka berbuat makar dan menipu sebagaimana syetan. Ada penafsiran lain, bahwa maksud fulan adalah Abu Bakar. (Maka perhatikan dengan seksama, apakah mungkin Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam rela menikahi putri seorang yang memiliki sifat seperti ini? kedustaan Syi�ah sudah tidak bisa dimaafkan lagi,- Redaksi)

8. Al-Majlisi dalam Bihar al Anwar hal 235: menuliskan kalimat laknat atas� Abu Bakar dan menggolongkannya sebagai sabagai salah satu Ahli Tabut yang akan kekal dalam kerak api neraka bersama Fir�aun dan lainnya.

9. Muhammad bin Umar al-Kasyi, dalam kitabnya Rijal al-Kasyi, 61: Dari Abu Ja�far 'alaihis salam, bahwa Muhammad bin Abi Bakar membai�at Ali 'alaihis salam untuk berlepas diri dari bapaknya karena dia kafir. Dalam riwayat lain dia (Muhammad bin Abu Bakar) menyatakan bahwa bapaknya di neraka.

10.� �Muhammad bin Ya�kub al-Kulaini dalam kitabnya al-Ushul min al-Kaafi, kitab al Hujjah, I/373, hadits no. 4, menukilkan sebuah riwayat yang disandarkan kepada Abu Abdillah: �Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak akan disucikan, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang mengaku berhak imamah dari Allah yang bukan haknya, dan orang yang menentang imamah dari Allah, dan orang yang meyakini bahwa mereka berdua (Abu Bakar dan Umar) termasuk orang Islam.�

Dari penulis: Dari kitab-kitab yang menjadi rujukan sekte syiah di atas membuktikan bahwa orang Syi�ah telah mengafirkan sahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam yang mulia, yaitu Abu Bakar al-Shiddiq dan Umar bin al-Khathab. Mereka� memandang baik perbuatan mencela dan mengutuk serta melaknat kedunya. Padahal Ahlus Sunnah meyakini keduanya sebagai manusia termulia sesudah Nabinya. Karenanya yang dilakkan oleh seorang pengikut Syi�ah dari Iran di makam Abu Bakar merupakan dorongan dari aqidahnya. Sedangkan yang disembunyikan dalam hati mereka lebih besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآَيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

�Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.� (QS. Ali Imran: 118)

Dengan demikian upaya Taqrib antara Ahlus Sunnah dan Syi�ah tidak mungkin tewujud dengan baik dan sesuai dengan tuntunan Al-Qur�an dan Sunnah sebelum kaum Syi�ah meninggalkan ajaran-ajaranya yang batil, di antaranya mencaci, mengutuk, dan mengafirkan mayoritas sahabat Nabi, lalu menuju pemahaman Islam yang telah diamalkan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya. Wallahu Ta�ala A�lam. (PurWD/voa-islam.com)