Pages

Mar 21, 2009

Diskriminasi Memakai Jilbab dalam Keluarga

Ada seorang teman saya, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah tetap dan merasa yakin, pergilah ia ketoko pakaian utnuk membeli baju muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman saya itu stylish sekali), kemudian ia pulang ke rumah dengan hati suka cita dengan harapan untuk menjadi muslimah seutuhnya.

Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya. Ketika dia keluar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.
TEman ku itu tentu merasa terpukul sekali...bayangkan sendiri deh coba: Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab...

Teman ku ini mencoba berpegang teguh pada keputusannya akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia berkeras.Dia tidak akan diaku anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab.
Teman ku menangis sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.

Tidak berputus asa, dia meminta paman dan bibinya membujuk orang tuanya..tp setali tiga uang..mereka bahkan memandangnya dg sinis dan jijik. Bahkan teman-temannyapun satu persatu mulai menjauh dan menghindar darinya. Dia coba meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya. Ternyata sang guru pun menolak keinginan temen ku. Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad dekat rumahnya untuk membujuk orangtuanya agar diizinkan memakai jilbab... hasilnya..?. .. Nolbesar..!! ! Sang ustad juga menolak mentah-mentah. Belum pernah rasanya teman ku dirundung duka seperti itu. apakah utnuk berjilbab sesukar ini?

Dia merasa betul2 sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan cara terakhir yang sangat nekat dan membahayakan dirinya sendiri.
Dengan berurai airmata..dan terbata2 menahan berat beban di dada..Teman ku pun berkata pada orang tuanya..'Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri...!!' Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu. Kedua orang tua itu memperhatikan dg tegang cemas sedih marah bercampur aduk..Akhirnya sambil menghela napas panjang dgn berlinang air mata, si ayah pun berkata dengan lirih dan berat hati :



'..Mbang..! Kalo kamu itu cewek.. terserah deh... kami tentu sangat bahagia.. Lha wong kamu itu laki-laki ..mosok mau pake jilbab?! Apa kata tetangga nanti....jangan gila deh Mbang ..pikirkan lg masak2 kputusanmu itu Bambang anakku....



Hehehe.. serius amat bacanya...
Ada seorang teman saya, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah tetap dan merasa yakin, pergilah ia ketoko pakaian utnuk membeli baju muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman saya itu stylish sekali), kemudian ia pulang ke rumah dengan hati suka cita dengan harapan untuk menjadi muslimah seutuhnya.

Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya. Ketika dia keluar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.
TEman ku itu tentu merasa terpukul sekali...bayangkan sendiri deh coba: Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab...

Teman ku ini mencoba berpegang teguh pada keputusannya akan tetapi ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia berkeras.Dia tidak akan diaku anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab.
Teman ku menangis sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.

Tidak berputus asa, dia meminta paman dan bibinya membujuk orang tuanya..tp setali tiga uang..mereka bahkan memandangnya dg sinis dan jijik. Bahkan teman-temannyapun satu persatu mulai menjauh dan menghindar darinya. Dia coba meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya. Ternyata sang guru pun menolak keinginan temen ku. Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad dekat rumahnya untuk membujuk orangtuanya agar diizinkan memakai jilbab... hasilnya..?. .. Nolbesar..!! ! Sang ustad juga menolak mentah-mentah. Belum pernah rasanya teman ku dirundung duka seperti itu. apakah utnuk berjilbab sesukar ini?

Dia merasa betul2 sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan cara terakhir yang sangat nekat dan membahayakan dirinya sendiri.
Dengan berurai airmata..dan terbata2 menahan berat beban di dada..Teman ku pun berkata pada orang tuanya..'Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri...!!' Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu. Kedua orang tua itu memperhatikan dg tegang cemas sedih marah bercampur aduk..Akhirnya sambil menghela napas panjang dgn berlinang air mata, si ayah pun berkata dengan lirih dan berat hati :



'..Mbang..! Kalo kamu itu cewek.. terserah deh... kami tentu sangat bahagia.. Lha wong kamu itu laki-laki ..mosok mau pake jilbab?! Apa kata tetangga nanti....jangan gila deh Mbang ..pikirkan lg masak2 kputusanmu itu Bambang anakku....



Hehehe.. serius amat bacanya...

No comments: