Pages

Sep 22, 2010

Teruntuk Sahabatku


Sungguh ku tak tau harus dari mana aku memulai
Namun kubiarkan jari ini menari dengan manis di atas keyboard sederhanaku
Mengungkapkan rasa, tanda tanya dan kebingungan yang ada

Sahabat,
Kehadiranmu begitu indah
Kehadiranmu membuat hari-hariku semakin berwarna
Ibarat pelangi yang menghiasi sudut kota di sore hari
Dan mewarnai langit biru yang semakin memerah

Sungguh,
Hari-hari itu
Cerita-cerita itu
Dan diskusi-diskusi itu
adalah moment-moment yang sangat berkesan
Dimana kita saling berbagi ilmu tentangNya
dan tentang kaidah-kaidah kehidupan dariNya

Namun,
Entah kenapa diskusi-diskusi itu
dan cerita-cerita itu tidak lagi membahana
Ibarat suara yang hilang ditelan keriuhan kota
Dan suasana yang tidak sehangat semula

Sahabat,
Ketika dirimu tak lagi menyapa
Ketika dirimu tak lagi ada
Dan ketika gelak tawamu tak lagi mengisi ruang jiwa
Ada beribu tanda tanya yang ada

Tapi entah kenapa
Tanda tanya itu tak berani berkata
Berbicara dan mengungkapkannya dengan kata-kata
Hanya diam
dan senyum kepahaman yang mencoba tumbuh dalam dada

Jika memang seperti ini adanya
Diri ini tak akan banyak lagi meminta
Diri ini tak akan banyak lagi berbicara
Namun sepetik do'a akan selalu ada
Agar engkau baik-baik saja
Dan selalu dalam lindunganNya
Amiiin

Dandenong-Melbourne, 22 September 2010

Sungguh ku tak tau harus dari mana aku memulai
Namun kubiarkan jari ini menari dengan manis di atas keyboard sederhanaku
Mengungkapkan rasa, tanda tanya dan kebingungan yang ada

Sahabat,
Kehadiranmu begitu indah
Kehadiranmu membuat hari-hariku semakin berwarna
Ibarat pelangi yang menghiasi sudut kota di sore hari
Dan mewarnai langit biru yang semakin memerah

Sungguh,
Hari-hari itu
Cerita-cerita itu
Dan diskusi-diskusi itu
adalah moment-moment yang sangat berkesan
Dimana kita saling berbagi ilmu tentangNya
dan tentang kaidah-kaidah kehidupan dariNya

Namun,
Entah kenapa diskusi-diskusi itu
dan cerita-cerita itu tidak lagi membahana
Ibarat suara yang hilang ditelan keriuhan kota
Dan suasana yang tidak sehangat semula

Sahabat,
Ketika dirimu tak lagi menyapa
Ketika dirimu tak lagi ada
Dan ketika gelak tawamu tak lagi mengisi ruang jiwa
Ada beribu tanda tanya yang ada

Tapi entah kenapa
Tanda tanya itu tak berani berkata
Berbicara dan mengungkapkannya dengan kata-kata
Hanya diam
dan senyum kepahaman yang mencoba tumbuh dalam dada

Jika memang seperti ini adanya
Diri ini tak akan banyak lagi meminta
Diri ini tak akan banyak lagi berbicara
Namun sepetik do'a akan selalu ada
Agar engkau baik-baik saja
Dan selalu dalam lindunganNya
Amiiin

Dandenong-Melbourne, 22 September 2010

No comments: