Pages

Sep 5, 2010

Pendeta Terry Jones : Hari Membakar Al-Qur'an Memperingati 9/11


Pendeta Terry Jones adalah pendeta Dove World Outreach Center yang berencana untuk memimpin massa dalam acara "Hari Bakar Quran" dalam rangka memperingati - 9 / 11, mengatakan pada MSNBC kemarin bahwa maksudnya melakukan itu adalah untuk mengirimkan "pesan yang sangat jelas kepada para radikal Muslim," bahwa Amerika Serikat tidak akan mentolerir hukum syariah di pengadilan mereka.

Jones mengatakan ia takut bahwa AS akan menjadi seperti Eropa, di mana umat Islam "populasinya meningkat, menuntut hukum syariah, pengadilan syariah, yang merupakan bentuk hukuman yang sangat keras." Hari bakar Quran, katanya, adalah sebuah peringatan bahwa hal-hal itu tidak bisa diterima di Amerika.

Ketika berbicara dengan Chris Matthews, Jones ditanya apakah orang akan memiliki reaksi positif atau negatif terhadap rencananya itu, ia menjawab. "Saya pikir itu akan positif," kata Jones.

"Kita berurusan dengan masyarakat dan dengan hukum syariah yang membenarkan pembunuhan dan perajaman kaum homoseksual, dan para pezinah dirajam," lanjutnya.

Kata Jones: Dan apa yang kita capai dengan pembakaran Quran adalah untuk mengirim pesan yang sangat jelas dan radikal bagi umat Islam, bahwa hukum Syariah tidak diterima di Amerika.

Matthews juga bertanya jika mantan Presiden AS, George Bush menelefonnya secara pribadi, apakah Jones akan berubah pikiran, dan Jones mengatakan tidak: "Kami akan terus maju," jawabnya.

Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah Azza Wa Jalla yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam melalui Malaikat Jibril, sebagai penutup semua kitab-kitab sebelumnya, dan kaum Muslimin mengimaninya. Dan, Kitab Al-Qur'anul Karim itu, juga merupakan minhajul hayahy bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

Tidak ada relasi antara pemboman Gedung WTC (World Trade Center) di Manhattan (New York) yang terjadi pada 9/11 yang lalu. Dan, sampai sekarang belum pernah dibuktikan siapa pelaku pemboman itu. Tapi, mengapa pendeta Terry Jones akan melakukan prosesi pembakaran Al-Qur'an sebagai cara memperingati peristiwa itu?

Sumber: www.eramuslim.com

***

Heboh, Gereja Florida Ajak Bakar Quran

Berita Indonesia Terkini – Setelah sebelumnya melemparkan pesan kebencian lewat kaos bertuliskan Islam Is Of The Devil, kali ini Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida berencana untuk melakukan aksi yang lebih kontroversional dengan menyerukan agar warga Amerika Serikat untuk membakar Al-Quran pada tanggal 11 September selama peringatan sembilan tahun penyerangan 11 September.

Lewat kampanye mereka yang mencanangkan International Burn a Koran Day (Hari internasional membakar Al-Quran) yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 11 September mendatang, di sejumlah media maya, seperti facebook dan youtube, gereja itu mengajak orang untuk ikut mendukung gerakan tersebut.

Namun, gerakan tersebut justru mendapat kecaman dari umat kristiani sendiri. Asosiasi Nasional Evangelis, kelompok evangelis terbesar di AS, mengeluarkan pernyataan mendesak gereja untuk membatalkan acara tersebut. Peringatan yang dibarengi dengan pembakaran Al Quran itu bisa menimbulkan ketegangan di seluruh dunia antara kedua agama, Islam dan Nasrani.

"Mari kita mengembangkan hubungan kepercayaan dan menghormati agama lain. Kita semua adalah ciptaan-Nya. Oleh karena itu marilah saling menghormati," demikian sikap Asosiasi Nasional Evangelis.

Council on American-Islamic Relations (CAIR) di Amerika juga tak terprovokasi. Lembaga tersebut menyerukan umat Islam Amerika untuk menanggapi rencana gila gereja Florida yang mengkampanyekan hari internasional membakar Al-Quran, dengan menyelenggarakan program pendidikan Berbagi Al Quran pada acara berbuka puasa bersama di bulan Ramadhan, di mana Al Quran akan dibagikan kepada tetangga, masyarakat dan aparat penegak hukum dan wartawan.

"Masyarakat muslim di Amerika dan orang-orang yang memiliki hati nurani harus mendukung upaya pendidikan yang positif untuk menolak penyebaran Islamophobia," kata Juru Bicara CAIR Ibrahim Hooper.

Seperti dilansir CNN, pimpinan gereja tersebut, Pastor Terry Jones, gencar mengampanyekan aksi tercela tersebut di sejumlah jejaring sosial. Halaman Facebook yang dibuat Jones kini telah memiliki 1.600 penggemar, jumlah tersebut justru kalah tanding dari grup lain yang didirikan dengan maksud melawan intoleransi dan menganjurkan menghormati muslim, jumlah keanggotaan mencapai 3.100 penggemar.

Selain lewat situs jejaring sosial facebook, kampanye hari internasional membakar Al-Quran juga dipromosikan lewat situs berbagi video Youtube dengan pendeta Wayne Sapp sebagai pengkhotbah.

"Kami percaya bahwa Islam adalah setan, yang menyebabkan jutaan orang masuk neraka. Itu adalah agama menipu, itu adalah agama kekerasan dan itu terbukti," kata Pastor Terry Jones seperti dilansir BBC, awal minggu ini.

Sumber: www.koranbaru.com

Pendeta Terry Jones adalah pendeta Dove World Outreach Center yang berencana untuk memimpin massa dalam acara "Hari Bakar Quran" dalam rangka memperingati - 9 / 11, mengatakan pada MSNBC kemarin bahwa maksudnya melakukan itu adalah untuk mengirimkan "pesan yang sangat jelas kepada para radikal Muslim," bahwa Amerika Serikat tidak akan mentolerir hukum syariah di pengadilan mereka.

Jones mengatakan ia takut bahwa AS akan menjadi seperti Eropa, di mana umat Islam "populasinya meningkat, menuntut hukum syariah, pengadilan syariah, yang merupakan bentuk hukuman yang sangat keras." Hari bakar Quran, katanya, adalah sebuah peringatan bahwa hal-hal itu tidak bisa diterima di Amerika.

Ketika berbicara dengan Chris Matthews, Jones ditanya apakah orang akan memiliki reaksi positif atau negatif terhadap rencananya itu, ia menjawab. "Saya pikir itu akan positif," kata Jones.

"Kita berurusan dengan masyarakat dan dengan hukum syariah yang membenarkan pembunuhan dan perajaman kaum homoseksual, dan para pezinah dirajam," lanjutnya.

Kata Jones: Dan apa yang kita capai dengan pembakaran Quran adalah untuk mengirim pesan yang sangat jelas dan radikal bagi umat Islam, bahwa hukum Syariah tidak diterima di Amerika.

Matthews juga bertanya jika mantan Presiden AS, George Bush menelefonnya secara pribadi, apakah Jones akan berubah pikiran, dan Jones mengatakan tidak: "Kami akan terus maju," jawabnya.

Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah Azza Wa Jalla yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam melalui Malaikat Jibril, sebagai penutup semua kitab-kitab sebelumnya, dan kaum Muslimin mengimaninya. Dan, Kitab Al-Qur'anul Karim itu, juga merupakan minhajul hayahy bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

Tidak ada relasi antara pemboman Gedung WTC (World Trade Center) di Manhattan (New York) yang terjadi pada 9/11 yang lalu. Dan, sampai sekarang belum pernah dibuktikan siapa pelaku pemboman itu. Tapi, mengapa pendeta Terry Jones akan melakukan prosesi pembakaran Al-Qur'an sebagai cara memperingati peristiwa itu?

Sumber: www.eramuslim.com

***

Heboh, Gereja Florida Ajak Bakar Quran

Berita Indonesia Terkini – Setelah sebelumnya melemparkan pesan kebencian lewat kaos bertuliskan Islam Is Of The Devil, kali ini Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida berencana untuk melakukan aksi yang lebih kontroversional dengan menyerukan agar warga Amerika Serikat untuk membakar Al-Quran pada tanggal 11 September selama peringatan sembilan tahun penyerangan 11 September.

Lewat kampanye mereka yang mencanangkan International Burn a Koran Day (Hari internasional membakar Al-Quran) yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 11 September mendatang, di sejumlah media maya, seperti facebook dan youtube, gereja itu mengajak orang untuk ikut mendukung gerakan tersebut.

Namun, gerakan tersebut justru mendapat kecaman dari umat kristiani sendiri. Asosiasi Nasional Evangelis, kelompok evangelis terbesar di AS, mengeluarkan pernyataan mendesak gereja untuk membatalkan acara tersebut. Peringatan yang dibarengi dengan pembakaran Al Quran itu bisa menimbulkan ketegangan di seluruh dunia antara kedua agama, Islam dan Nasrani.

"Mari kita mengembangkan hubungan kepercayaan dan menghormati agama lain. Kita semua adalah ciptaan-Nya. Oleh karena itu marilah saling menghormati," demikian sikap Asosiasi Nasional Evangelis.

Council on American-Islamic Relations (CAIR) di Amerika juga tak terprovokasi. Lembaga tersebut menyerukan umat Islam Amerika untuk menanggapi rencana gila gereja Florida yang mengkampanyekan hari internasional membakar Al-Quran, dengan menyelenggarakan program pendidikan Berbagi Al Quran pada acara berbuka puasa bersama di bulan Ramadhan, di mana Al Quran akan dibagikan kepada tetangga, masyarakat dan aparat penegak hukum dan wartawan.

"Masyarakat muslim di Amerika dan orang-orang yang memiliki hati nurani harus mendukung upaya pendidikan yang positif untuk menolak penyebaran Islamophobia," kata Juru Bicara CAIR Ibrahim Hooper.

Seperti dilansir CNN, pimpinan gereja tersebut, Pastor Terry Jones, gencar mengampanyekan aksi tercela tersebut di sejumlah jejaring sosial. Halaman Facebook yang dibuat Jones kini telah memiliki 1.600 penggemar, jumlah tersebut justru kalah tanding dari grup lain yang didirikan dengan maksud melawan intoleransi dan menganjurkan menghormati muslim, jumlah keanggotaan mencapai 3.100 penggemar.

Selain lewat situs jejaring sosial facebook, kampanye hari internasional membakar Al-Quran juga dipromosikan lewat situs berbagi video Youtube dengan pendeta Wayne Sapp sebagai pengkhotbah.

"Kami percaya bahwa Islam adalah setan, yang menyebabkan jutaan orang masuk neraka. Itu adalah agama menipu, itu adalah agama kekerasan dan itu terbukti," kata Pastor Terry Jones seperti dilansir BBC, awal minggu ini.

Sumber: www.koranbaru.com

No comments: