Pages

Jul 14, 2010

Menyeret Hati

Wahai jiwa..
Apa yang membuatmu jumawa..
Wajahmu terlalu kikir untuk sebuah senyum apalagi tawa..
Entah kemana perginya wibawa..
Yang ada hanya sosok yang selalu ingin jadi punggawa..

Wahai insan..
Mengapa masih saja menyakiti dengan lisan..
Sungguh semua itu tak menjadikn orang lain merasakan baik dalam kesan..

Wahai hati..
Mengapa selalu saja menagih manusia untuk simpati..
Lalu di mana kau tempatkn Dia yang memberimu hati?
Mengapa bukan padaNya menagih simpati..

Duhai Allah..
Ini kami datang dengan dosa yg berlimpah..
Kami datang dengan menyeret hati yang hampir menjadi sampah..

Duhai Illahi..
Ampuni kami dan berkahi..

Kami terseok menapaki jalan yang panjang dan berliku..
Kami menyeret hati untuk tetap taat padaMu..

Shared by: ‏RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pages
Wahai jiwa..
Apa yang membuatmu jumawa..
Wajahmu terlalu kikir untuk sebuah senyum apalagi tawa..
Entah kemana perginya wibawa..
Yang ada hanya sosok yang selalu ingin jadi punggawa..

Wahai insan..
Mengapa masih saja menyakiti dengan lisan..
Sungguh semua itu tak menjadikn orang lain merasakan baik dalam kesan..

Wahai hati..
Mengapa selalu saja menagih manusia untuk simpati..
Lalu di mana kau tempatkn Dia yang memberimu hati?
Mengapa bukan padaNya menagih simpati..

Duhai Allah..
Ini kami datang dengan dosa yg berlimpah..
Kami datang dengan menyeret hati yang hampir menjadi sampah..

Duhai Illahi..
Ampuni kami dan berkahi..

Kami terseok menapaki jalan yang panjang dan berliku..
Kami menyeret hati untuk tetap taat padaMu..

Shared by: ‏RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pages

No comments: